Raditya Dika Ngaku Penganut Filsafat Stoikisme: Hidup Biasa-biasa Aja
Instagram/raditya_dika
Selebriti

Raiditya Dika berbagi cerita mengenai pengalamannya bekerja sebagai pegawai kantoran. Raditya Dika juga membahas soal filsafat stoicism dan mengaku menjadi penganutnya.

WowKeren - Raditya Dika kini jadi salah satu artis dan penulis yang sukses mengembangkan karier di bidang konten kreatif. Tak disangka, Radit rupanya juga bekerja sebagai pegawai kantoran. Tepatnya, Radit menjadi reporter untuk salah satu stasiun TV swasta di Indonesia.

"Dulu Pernah jadi reporter di program Metro This Morning. Cari berita, cari gambar di library, nyiapin materi buat ke teleprompter. Dapet shift siang ke dini hari," tulis Raditya Dika pada Sabtu (4/9) di Instagram Story-nya.

Melihat cerita itu, sejumlah netizen pun mulai penasaran dengan pengalaman kerja Radit sebagai pegawai kantor. Termasuk soal pahti-manis sosialisasi dengan rekan sekantor. Radit rupanya punya prinsip untuk menghadapi permasalahan dengan rekan kerja.

Raditya Dika Ngaku Penganut Filsafat Stoicism: Hidup Biasa-biasa Aja

Instagram Story

"Sebagai penganut filsafat Stoicism maka di lingkup pekerjaan mana pun, prinsip gue adalah: kalau ada yg ga suka ya udah, kalau ada yg memuji2 pekerjaan juga ya udah. Semua ditanggapi biasa saja," ungkap Radit.


Radit mengaku sebagai penganut filsafat stoicism yang mengacu pada ketenangan hidup. Karena itu, dalam lingkungan kerja pun Radit bersikap santai saja jika menghadapi masalah.

"Kalau gue stand up terus lucu banget ya senengnya semalem aja lalu besok nulis materi lagi, kalau pas lagi jelek banget (sering juga) ya sedihnya cuma semalam besok perbaiki lagi supaya lebih baik. Hidup biasa2 aja, yang penting bikin sesuatu terus," jelasnya.

Raditya Dika Ngaku Penganut Filsafat Stoicism: Hidup Biasa-biasa Aja

Instagram Story

Radit akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan untuk mengejar impian sebagai penulis. Apalagi gaji sebagai penulis juga lebih menjanjikan.

"Karena salah satu mimpi gue dari kecil adalah menjadi penulis. Ketika hasil dari menulis lebih besar dari gaji, gue nekad berhenti kerja kantoran. Gue inget bilang ke guru nulis gue waktu itu, 'Mas, kayaknya saya sudah siap terjun bebas," pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts