Ternyata Ini Penyebab Gelombang Ketiga COVID-19 RI 'Diramal' Datang Desember 2021
AFP/Adek Berry
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia diprediksi menghadapi gelombang ketiga wabah COVID-19 pada Desember 2021. Pakar epidemiologi dan kesehatan pun membuka alasan di balik prediksi tersebut.

WowKeren - Tren penurunan kasus COVID-19 di Indonesia memang menjadi "angin segar", namun pakar epidemiologi meminta agar jangan ditanggapi dengan euforia berlebihan. Bahkan Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, sudah memprediksi gelombang ketiga COVID-19 Indonesia bisa jadi datang pada Desember 2021 mendatang.

Namun sebenarnya apa penyebab utama di balik prediksi tersebut? Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan pun mengungkap alasannya, yakni karena keberadaan libur panjang akhir tahun.

"Libur panjang yang disertai peningkatan mobilitas penduduk dan minim protokol kesehatan menjadi risiko tinggi terjadinya lonjakan kasus," beber Iwan, Kamis (23/9). Bila tak diantisipasi, bisa jadi Indonesia benar-benar dilanda gelombang ketiga COVID-19.

Namun selain itu, ada alasan lain. Seperti soal menurunnya tracing, kemudian rendahnya cakupan vaksinasi, hingga adanya varian baru virus Corona yang lebih menular. "Banyak ahli memprediksi Desember hingga Januari, karena saat itu terjadinya peningkatan mobilitas penduduk dan kerumunan, karena liburan akhir tahun," imbuh Iwan.


Yang menjadi masalah, menurut Iwan, adalah masyarakat yang kurang paham tentang risiko melakukan mobilitas di tengah pandemi COVID-19. "Masyarakat baru sadar atau menyesal setelah terjadi kenaikan kasus pada dia atau keluarganya terinfeksi," ujar Iwan.

Potensi terjadinya ledakan kasus COVID-19 tak bisa dihindari meski vaksinasi digencarkan. "Karena tidak ada vaksin yang efektivitasnya 100 persen dan efektivitas vaksin bisa berkurang jika ada varian baru," terang Iwan, dikutip pada Jumat (24/9).

Hal senada juga disampaikan oleh Guru Besar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran (FK) UI, Tjandra Yoga Aditama. Sebab selama ini pola kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air selalu terjadi setelah terjadinya peningkatan pengumpulan massa hingga mobilitas.

"Setiap pengumpulan massa akan jadi ancaman, seperti sudah terbukti selama ini," papar Tjandra. "Jadi, tinggal apakah libur panjang akhir tahun bisa dikendalikan lebih baik atau tidak."

Karena itulah, Tjandra mendorong agar pemerintah terus mengingatkan soal kemungkinan kasus COVID-19 kembali naik bila tak membatasi mobilitas selama libur panjang. Sedangkan Iwan memberi usul agar pemerintah tidak ragu meningkatkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di suatu kabupaten/kota demi mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts