Redam Euforia Nataru Demi Cegah Lonjakan COVID-19, Mendagri: Kita Harus Belajar dari Tahun Lalu
kemendagri.go.id
Nasional

Mendagri Tito Karnavian mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak euforia berlebihan perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 demi mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

WowKeren - Pemerintah menyikapi serius kemungkinan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Apalagi karena krisis kesehatan serupa sudah terjadi pada Nataru tahun sebelumnya.

"Untuk libur Natal Tahun Baru ini, kita harus belajar dari tahun lalu," ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pasca bertemu Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (1/11). "Pada Januari 2021, kasus COVID-19 meningkat akibat libur dan banyaknya acara kerumunan di mana-mana."

Tito sendiri tetap mengapresiasi Indonesia yang saat ini sudah masuk kategori Level 1 wabah COVID-19 menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC). Masuk di kategori ini berarti Indonesia tergolong rendah risiko penularan COVID-19.

"Untuk sekelas Indonesia dengan penduduk 270 juta jiwa bisa dalam status rendah, itu luar biasa," kata Tito, dikutip pada Selasa (2/11). Sedangkan menurutnya masih banyak negara maju yang malah belum turun levelnya, seperti AS itu sendiri, maupun Inggris.


"Tak sampai 20 negara masuk kategori low kasus COVID-19. Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang kasus COVID-19 dalam status low," terang Tito.

Pencapaian inilah yang kemudian memicu pemerintah untuk sengaja meredam euforia perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Pemerintah tidak ingin Nataru kali ini kembali terjebak dalam euforia berlebihan demi mencegah lonjakan penyebaran virus Corona.

Kendati demikian, Tito memastikan pemerintah tidak melarang pelonggaran pembatasan pergerakan orang. Hanya saja harus disesuaikan dengan matang dan jangan bersikap seolah pandemi benar-benar sudah tidak ada.

"Upayakan agar kasus yang tersisa sekarang bisa kita kendalikan," pungkas mantan Kapolri itu. "Tanpa ada lonjakan kasus COVID-19 baru."

Di sisi lain, pemerintah memang telah mengambil langkah tegas dengan menghapus cuti bersama Natal. Dengan kata lain, tanggal 24 Desember 2021 merupakan hari aktif seperti biasa, sedangkan libur Natal jatuh tepat pada 25 Desember-nya. Langkah ini ditempuh demi mencegah terjadinya ledakan kasus COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait