Jokowi Wanti-Wanti Varian Omicron Sudah Masuk Singapura: Hati-hati Karena Efeknya ke Mana-Mana
Twitter/jokowi
Nasional

Dengan masuknya Varian Omicron ke negara tetangga itu, Presiden Joko Widodo meminta Indonesia untuk lebih berhati-hati dan siaga terhadap potensi penularan varian baru tersebut.

WowKeren - Singapura telah mengkonfirmasi dua kasus COVID-19 Varian Omicron pertamanya pada. Dengan masuknya Varian Omicron ke negara tetangga itu, Presiden Joko Widodo meminta Indonesia untuk lebih berhati-hati dan siaga terhadap potensi penularan varian baru tersebut.

"Hati-hati yang namanya sekarang ancaman gelombang ke-4 Varian Omicron. Hati-hati. Tadi pagi saya dapat kabar sudah sampai ke Singapura," tutur Jokowi pada Jumat (3/12). "Utamanya Polda-Polda yang berjaga-jaga dengan perbatasan negara-negara lain. Karena yang membawa (Varian Omricon) bisa orang-orang asing, bule-bule. Tapi juga bisa WNI kita sendiri. Utamanya tenaga kerja kita dari luar waktu masuk kembali saat pulang kampung. Hati-hati."

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan bahwa Varian Omricon saat ini telah terdeteksi di 29 negara. Hasil studi awal juga menunjukkan bahwa Varian Omricon memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibanding Delta, meski hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

"Ingat varian Delta itu menyebar di Indonesia dalam waktu dua hingga tiga minggu semua langsung kena. Ini lebih cepat. Meski pun belum final, tapi perkiraan 5 kali lipat lebih cepat. Dan kemungkinan besar juga bisa escape immunity. Artinya dia bisa masuk ke sela-sela antibodi kita yg sudah imun dia bisa menerobos," papar Jokowi. "Hati-hati karena efeknya ke mana-mana. Ke ekonomi seperti tadi yang saya sampaikan. Kalau kesehatan sampaikan terus kepada masyarakat. Karena yang namanya pandemi ini bisa berefek ke beberapa negara itu ke ekonomi jatuh. Ekonomi jatuh itu bisa berimbas ke pada politik, sehingga hati-hati."


Menurut Jokowi, studi di Afrika Selatan menunjukkan bahwa 87 persen pasien yang dirawat akibat Varian Omricon belum divaksin COVID-19. Sedangkan sebagian besar yang meninggal dunia berusia di atas 60 tahun.

"Ini (akibat) varian Omicron. Studi sementara seperti itu," ungkapnya. "Oleh sebab itu, saya minta ini sekali lagi Pak Kapolri dan seluruh jajaran. Panglima TNI beserta semua jajaran vaksinasi ini segera kita selesaikan secepat-cepatnya. Artinya terus, digencarkan terus."

Di sisi lain, Malaysia juga baru mengumumkan kasus Varian Omricon pertamanya pada Jumat hari ini. Pasien dengan Varian Omricon tersebut diketahui adalah seorang mahasiswi asing asal Afrika Selatan yang tiba di Malaysia melalui Singapura pada 19 November 2021.

Mahasiswi tersebut tidak menunjukkan gejala dan telah menyelesaikan masa karantina 10 harinya. Semua kontak dekat mahasiswi tersebut telah diuji dan dinyatakan negatif COVID-19. Ia juga telah menjalani karantina di apartemennya di Ipoh.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait