Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti, pihaknya aktif melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) setiap hari untuk mendeteksi varian COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 08 Desember 2021 - 21:58 WIB
WowKeren - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggapi kabar adanya empat warga Jakarta yang terinfeksi COVID-19 Varian Omicron di Kabupaten Bekasi. Pemprov DKI memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.
"Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dapat dikatakan hoaks," jelas Pemprov DKI dalam siaran pers, Rabu (8/12). "Berdasarkan hasil klarifikasi terakhir ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI pada Rabu, 8 Desember 2021 pukul 14.30 bahwa sampai saat ini belum ditemukan varian baru Omicron di DKI Jakarta."
Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti, pihaknya aktif melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) setiap hari untuk mendeteksi varian COVID-19. Hingga saat ini, masih belum ditemukan Varian Omicron.
"Setidaknya sudah 2.500 spesimen diperiksa dan 40 persen di antaranya adalah variant of concern dan sejauh ini tidak ditemukan varian Omicron," ungkap Widyastuti. "Pemeriksaan WGS sendiri dilakukan di Litbangkes Kemenkes RI dengan beberapa lab WGS jejaring Litbangkes di DKI Jakarta."
Di sisi lain, pihak Farmalab Bekasi juga membantah telah menemukan empat kasus Varian Omicron. Denis selaku admin Farmalab menjelaskan bawha pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Bekasi terkait hal ini.
"Untuk info tersebut kita masih mencari tahu juga, karena Lab Cibitung kita lagi koordinasi dengan orang Dinkes-nya perihal informasi tersebut. Diperoleh dari mana kita juga enggak tahu," jelasnya dilansir CNN Indonesia. "Sampel yang masuk Cibitung kita belum ada yang positif, makanya kita mau koordinasi dengan orang Dinkes perihal informasi tersebut."
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI juga telah menegaskan bahwa hingga kini belum ada kasus Varian Omicron yang ditemukan di Indonesia. "Tidak benar ini, (temuan varian Omicron di Bekasi), belum ada kasus Omicron (di Indonesia)," tegas Nadia dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/12).
Lebih lanjut, Nadia menerangkan bahwa pihaknya telah mendalami informasi mengenai temuan varian Omicron di Kabupaten Bekasi kepada petugas laboratorium di wilayah setempat atas adanya laporan empat warga yang disebut terpapar varian Omicron. "Kemenkes terus meningkatkan cakupan tes Whole Genome Sequence (WGS) dari para pasien yang terpapar COVID-19 untuk mengantisipasi secara dini varian Omicron maupun varian terbaru COVID-19 di Tanah Air," jelas Nadia.
(wk/Bert)