Pada Rabu, Ratu Elizabeth II muncul perdana sejak diumumkan bahwa putranya, Pangeran Charles, terkonfirmasi positif COVID-19. Ia pun bergurau tentang kemampuan mobilitasnya.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 17 Februari 2022 - 14:29 WIB
WowKeren - Semenjak Pangeran Charles dinyatakan positif COVID-19 beberapa waktu belakangan, publik bertanya-tanya mengenai kondisi Ratu Elizabeth II. Pada Rabu (16/2), ia muncul perdana sejak kabar tersebut.
Saat melakukan pertemuan langsung pertamanya itu, ia sedikit bergurau mengatakan dirinya tidak bisa banyak bergerak. Sebagaimana diketahui, Charles dinyatakan terinfeksi virus corona untuk kedua kalinya pada pekan lalu. Namun, sebuah sumber istana mengatakan ratu yang berusia 95 tahun itu tidak menunjukkan gejala apa pun namun kesehatannya tetap dipantau.
Pada hari Selasa ratu mengadakan audiensi virtual dengan duta besar baru dari Estonia dan Spanyol melalui tautan video. Lalu di hari berikutnya istana mengatakan dia telah menerima Sekretaris Layanan Pertahanan yang keluar dan masuk di Kastil Windsor.
"Oh, saya di sini," kata sang ratu yang berusaha menopang dirinya sendiri dengan tongkat, terkekeh ketika kedua sekretaris memasuki kamarnya, menurut video pertemuan itu. Ketika ditanya bagaimana keadaannya, sang ratu menjawab: "Yah, seperti yang Anda lihat, saya tidak bisa bergerak."
Ia memberi isyarat ke kakinya sebelum melangkah maju sedikit dan menyapa pasangan itu dengan jabat tangan. Terkait gurauan sang ratu tersebut, Istana Buckingham menolak berkomentar.
Namun, sebuah sumber istana mengatakan jika ratu mungkin merasa sedikit kaku. Namun bukan berarti ia terluka atau dalam kondisi tidak sehat.
Sementara itu, kondisi kesehatan Elizabeth II yang merupakan ratu terlama yang pernah berkuasa di dunia telah menjadi sorotan dunia internasional sejak ia menginap di rumah sakit pada Oktober lalu. Ia menghabiskan malam di sana karena penyakit yang tidak disebutkan dan kemudian disarankan oleh dokternya untuk beristirahat.
Bulan ini, Elizabeth II merayakan 70 tahun masa jabatannya selama memerintah Inggris. Sumber istana pekan lalu mengatakan bahwa ia akan kembali menjalankan tugas normalnya.
(wk/zodi)