Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa yang ambruk di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, adalah atap plafon. Namun pihak Lippo Mall menegaskan yang ambruk adalah ornamen.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 05 Maret 2022 - 17:24 WIB
WowKeren - Atap plafon Lippo Mall Kemang, Mampang, Jakarta Selatan sempat dikabarkan ambruk pada Sabtu (5/3) hari ini hingga membuat sejumlah pengunjung terluka. Namun kekinian, pihak Lippo Mall Kemang mengklarifikasi bahwa yang ambruk bukanlah plafon, melainkan ornamen di atrium utama.
"Pertama, ini bukan plafon atrium yang jatuh tapi ornamen yang terletak di atrium utama," ungkap GM Corporate PR Lippo Mall Indonesia, Nidia Niekmasari Ichsan.
Menurutnya, ornamen tersebut ambruk karena adanya angin kencang. Lima orang pengunjung dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.
"Betul karena faktor angin kencang, korban lima orang," paparnya.
Meski demikian, Nidia belum bisa memastikan kondisi kelima korban tersebut. Nidia mengaku pihaknya masih menunggu informasi dari pihak yang menangani insiden secara langsung.
"Mudah-mudahan begitu (luka ringan) ya," katanya. "Aku masih nunggu konfirmasi ini. Karena kita fokus ke korban ya."
Tak hanya menyebabkan korban luka, insiden ini juga disebut menimbulkan kerugian material. Menurut Nidia, pihaknya kini masih berupaya untuk menangani dampak ambruknya ornamen tersebut.
"Ada dan sedang kita tangani," tukasnya.
Sebelumnya, Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Herbert Pilder Lumban Gaol, menjelaskan bahwa sebuah plafon atap di Lippo Mall Kemang ambruk. "Telah terjadi insiden runtuhnya plafon atap mall yang mengarah ke arah atrium," ujarnya.
Insiden itu terjadi kala mall tengah beroperasi. Sejumlah korban disebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama.
"Beberapa korban telah diamankan petugas untuk diberikan pertolongan pertama ke RS Brawijaya dengan didampingi pihak manajemen," jelasnya.
Petugas disebut telah melakukan sterilisasi di area tersebut. Selain itu, Herbert menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak operasional untuk mengantisipasi agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan.
(wk/Bert)