Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Budi Sartono, menjelaskan bahwa kasus polisi gadungan yang mengaku berpangkat Komjen tersebut selanjutnya akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 05 Maret 2022 - 20:59 WIB
WowKeren - Seorang polisi gadungan yang mengaku berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) ditangkap Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (4/3). Polisi gadungan tersebut diduga telah melakukan penipuan di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Iya kemarin, ada info dari masyarakat di salah satu bank di wilayah Duren Sawit, ada seseorang berpakaian dinas bintang tiga," ungkap Kapolres Metro Jaktim, Kombes Budi Sartono, Sabtu (5/3).
Budi menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan pria tersebut tidak memiliki kartu anggota dan bukan anggota Polri. Kasus polisi gadungan tersebut selanjutnya akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
"Ternyata yang bersangkutan bukan polisi, sehingga kami limpahkan ke Polda (Metro Jaya) karena ada dugaan yang bersangkutan kasus penipuan sehingga kasusnya kami limpahkan ke Polda Metro Jaya," terangnya.
Polisi gadungan berinisial YD tersebut dilaporkan sempat menipu seorang ibu-ibu berinisial I. Uang senilai Rp 1 miliar dikabarkan raib dari tangan korban.
Dalam foto yang beredar, YD tampak mengenakan seragam dinas dengan pangkat bintang tiga tersemat di pundaknya. Ia pun tampak telah diapit oleh anggota polisi sungguhan.
Adapun kronologi penangkapan YD bermula dari pelaku yang bertemu dengan korbannya di sebuah bank di kawasan Duren Sawit. Pelaku menipu korban di sana, namun masih belum dijelaskan kronologi penipuan tersebut.
"Saat bertemu korban di sebuah bank, ternyata dia itu pelaku penipuan dan ada korbannya. Mereka bertemu di bank itu, dan ibu-ibu ini ditipu Rp 1 miliar," ungkap Kapolsek Duren Sawit Kompol Suyud dilansir Tribunnews.
Pihak kepolisian masih belum mengungkapkan profesi asli polisi gadungan berpangkat Komjen tersebut. YD disebut mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) pada saat ditangkap.
"Kami belum mengungkapkan seperti apa penipuan itu, jasi kita hanya mengamankan dan ada korbannya. Saat diamankan YD berpakaian PDU makanya kita serahkan ke Propam untuk ditelusuri bener tidak dia anggota polisi," tukasnya.
(wk/Bert)