Kebocoran Gas Beracun di Mandailing Natal Kembali Terjadi, 58 Orang Jadi Korban
Nasional

Kebocoran gas PT SMGP di Mandailing Natal, Sumatera Utara terjadi hingga 58 orang jadi korban. Sebelumnya, peristiwa kebocoran juga pernah terjadi hingga memakan korban jiwa.

WowKeren - Kebocoran gas milik PT Sorik Merapi Geothermal (PT SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, kembali terjadi. Kali ini, puluhan warga di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara keracunan gas Hidrogen Sulfida (H2S) dari PT SMGP.

"Ini akibat adanya kebocoran H2S sehingga masyarakat di sekitar kegiatan pengeboran, terkena. 10 orang lebih kondisinya masih sangat mengkhawatirkan, namun sampai detik ini belum ada korban meninggal dunia. Saya berharap dan berdoa kepada semua lapisan masyarakat agar ini ditangani dengan baik," ujar Bupati Mandailing Natal, M Jafar Sukhairi, Senin (7/3).

Jafar Sukhairi meminta PT Sorik Merapi Geothermal bertanggungjawab. Pasalnya, kebocoran gas beracun tersebut bukan kali pertama teradi. Pada 25 Januari 2021 silam, proyek power plant Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) milik perusahaan itu bahkan menelan 5 korban jiwa.

"Kejadian ini terulang ke dua kalinya. Saya berharap pihak perusahaan ikut bertanggung jawab. Terhadap saudara kita yang menjadi korban. Patut juga perusahaan mempertimbangkan terkait kondisi masyarakat di sekitar kegiatan, apakah pihak perusahan melakukan relokasi," ungkap Sukhairi.

Sebelumnya dikabarkan bahwa ada 52 orang yang menjadi korban dalam peristiwa kebocoran gas tersebut. Kapolres Madina, AKBP Reza Akbar pun memperbarui informasi tersebut.


"Korban bertambah dari 52 menjadi 58 orang. Mereka dirawat di RS Permata Madina dan RSUD Panyabungan. Tidak ada yang meninggal dunia," ungkap Kapolres Madina, AKBP Reza Akbar, melansir Cnnindonesia.com.

Seluruh korban masih mendapatkan perawatan di rumah sakit karena mengalami mual-mual, pusing dan sesak nafas. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah orang.

Kebocoran berawal saat PT SMGP melakukan welltest di wellpad AAE Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Minggu (6/3) sekira pukul 15.00 WIB. Pada saat melakukan welltest, ternyata asap sumur mengarah ke pemukiman Banjar Manggis Desa Sibanggor Julu yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi wellpad AAE.

"Kemudian sekira pukul 16.30 WIB, puluhan orang mengalami pusing dan muntah yang diduga akibat H2S. Mereka dibawa ke rumah sakit terdekat, ternyata jumlah warga yang diduga keracunan terus bertambah," tuturnya.

Masyarakat yang diduga keracunan dibawa ke RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina. Selain itu, sebanyak 12 korban keracunan merupakan anak-anak di mana tiga orang di antaranya masih berusia 9 bulan.

"Kondisi semua korban sudah dalam perawatan di RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait