Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI menduga ada tekanan yang diterima para pembimbing Terawan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar terkait pemberian kelulusan disertasi metode cuci otak tersebut pada tahun 2016.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 06 April 2022 - 09:41 WIB
WowKeren - Salah satu alasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah karena metode digital subtraction angiography (DSA) "cuci otak" yang digagasnya tidak memiliki kaidah ilmiah. Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI pun menduga ada tekanan yang diterima para pembimbing Terawan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar terkait pemberian kelulusan disertasi metode cuci otak tersebut pada tahun 2016.
"Jadi kita mungkin akan bertanya mengapa para ilmuwan yang menjadi pembimbing beliau pada waktu disertasi diam saja. Saya dengan hal ini menyatakan hormat setinggi-tingginya pada Unhas dan tim pembimbing (Terawan)," ujar anggota MKEK IDI Rianto Setiabudi, Senin (4/4). "Karena sebetulnya mereka tahu sejak semula weakness ini, cuma mereka terpaksa mengiyakannya karena konon ada tekanan eksternal yang saya sama sekali juga tidak tahu bentuknya apa."
Menanggapi pernyataan MKEK IDI, pihak Unhas pun buka suara. Rektorat Unhas mempertanyakan dasar tudingan tersebut.
Pihak Unhas juga balik bertanya kepada MKEK IDI terkait hal tersebut. IDI dinilai harus memberikan penjelasan secara utuh mengenai informasi yang diungkapkan ke publik tersebut.
"Kami mengharapkan penjelasan dari MKEK IDI terkait hal ini," ujar Humas Unhas Ishak Rahman dilansir CNN Indonesia pada Rabu (6/4).
Sementara itu, Irawan Yusuf selaku promotor Terawan dari Unhas juga mempertanyakan tudingan MKEK IDI tersebut. Irawan sendiri sempat mengaku telah memberikan penjelasan kepada MKEK IDI terkait metode cuci otak tersebut.
"Saya kira tidak ada yang berubah. Lagipula saat ini, saya sedang meminta penjelasan Prof Rianto Setiabudi dari MKEK IDI dari mana informasinya bahwa Unhas ditekan," paparnya.
Sebagai informasi, metode cuci otak Terawan itu dikenal juga sebagai metode Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF) untuk tujuan terapi yang merupakan modifikasi Digital Subtraction Angiography (DSA). Istilah IAHF sendiri baru diperkenalkan Terawan lewat disertasinya di Unhas tahun 2016, dimana ia telah dinyatakan lulus.
(wk/Bert)