BNPT Sebut Munculnya Khilafatul Muslimin Manfaatkan Iklim Demokrasi, Masyarakat Diminta Waspada
Nasional

Sejak kemunculan video viral konvoi dengan membawa atribut khilafah, menjadi sorotan publik, termasuk di antaranya BNPT. BNPT pun meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kelompok seperti itu.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan, ramai beredar video konvoi dengan membawa atribut khilafah. Adapun konvoi tersebut diketahui merupakan organisasi Khilafatul Muslimin.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebelumnya mengatakan bahwa Khilafatul Muslimin berpotensi melahirkan terorisme. Selain itu, pihaknya pun mengatakan bahwa aktivitas Khilafatul Muslimin selalu dimonitor.

Kekinian, Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan memperkuat kesadaran kolektif guna menghadapi gerakan kelompok Khilafatul Muslimin. "Kemunculan Khilafatul Muslimin ini terjadi lantaran mereka memanfaatkan ruang kebebasan berekspresi yang lumrah dalam iklim demokrasi,: ujar Boy Rafli dalam keterangan tertulis, Jumat (3/6).

Boy pun menilai bahwa kemunculan kelompok tersebut berpotensi menjadi sebuah perbuatan yang bisa melanggar hukum. Maka dari itu, perlu kewaspadaan kolektif. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah gerakan penyebaran ideologi khilafah.

Selain itu, Boy juga menilai bahwa pendekatan melalui penegakan hukum semata tidak lah cukup. Menurutnya, lebih dari itu, semua pihak juga perlu untuk membangun dan memperkuat kesadaran kolektif sebagai mekanisme kewaspadaan mendasar.


Di samping itu, salah satu ihwal yang perlu ditekankan adalah tentang kesadaran bahwa Indonesia memiliki empat konsensus dasar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara berdasarkan dari hasil profiling dan pelacakan rekam jejak organisasi yang ada sejak tahun 1997 tersebut, Boy mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh yang pernah bergabung di kelompok tersebut ditemukan terafiliasi dengan sejumlah kelompok teroris. Seperti Negara Islam Indonesia (NII) dan Jamaah Islamiyah (JI).

"Kami tahu sel-sel mereka di negeri ini ada. Mereka yang selama ini katakanlah bagian dari kegiatan (kampanye khilafah) itu apakah terkait JI, atau Ansharut Daulah, NII," beber Boy.

Boy lantas menuturkan apabila sel-sel yang ada tersebut memanfaatkan ruang kebebasan dan dibiarkan, maka bisa menyesatkan masyarakat. Maka dari itu, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai dan memahami karakter ideologi khilafah.

Apalagi, kata Boy, ideologi khilafah itu bersifat transnasional alias global namun juga memiliki sel-sel jaringan di dalam negeri. Ia kemudian menambahkan bahwa pihaknya juga terus melakukan upaya terencana untuk mengantisipasi berbagai ancaman ideologi anti NKRI termasuk potensi tindakan teror.

Adapun strategi kontra propaganda dan kontra narasi terus digalakkan lewat kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurut Boy, kolaborasi multipihak itu penting, mulai dari kalangan dunia pendidikan, generasi muda, tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait