Sebelumnya, Polda Jateng telah menetapkan tiga orang tersangka terkait konvoi Khilafah. Kini giliran Polda Metro Jaya yang menangkap pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 07 Juni 2022 - 16:54 WIB
WowKeren - Setelah Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menetapkan tiga orang tersangka terkait konvoi Khilafatul Muslimin, kini giliran Polda Metro Jaya yang meringkus pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja. Abdul Qadir ditangkap di wilayah Bandar Lampung pada Selasa (7/6) sekitar pukul 06.00 WIB.
Atas penangkapan Abdul Qadir, amir wilayah Khilafatul Muslimin Bekasi Raya Abu Salma juga telah mengkonfirmasinya. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui perihal kasus yang menjerat pimpinannya itu.
"Saya membenarkan dan dapat informasi adanya penangkapan di Lampung itu, cuma menurut saya narasi penangkapan itu negatif ya, karena sampai sekarang kami enggak tahu apakah penangkapan itu terkait kasus apa," ujar Abu kepada Tribunnews.com, Selasa (7/6).
Di sisi lain, Abu merasa keberatan jika penangkapan Abdul Qadir itu dikaitkan dengan polemik konvoi motor Khilafah yang ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu. Ia menilai bahwa tidak seharusnya Abdul Qadir dikaitkan dengan acara konvoi motor tersebut sehingga berujung pada penangkapan di Markas Besar Khilafatul Muslimin.
Abu mengatakan bahwa konvoi Khilafah itu bukan lah perintah dari pimpinan pusat atau pihak lain. Artinya, murni inisiatif syiar dari rekan-rekannya di daerah tersebut.
Sebagaimana diketahui, konvoi Khilafah yang ramai diperbincangkan sebelumnya itu berlangsung di wilayah Jawa. Menurut Abu, hal tersebut bukan lah berasal dari instruksi pusat atau Abdul Qadir, melainkan hanya kesepakatan pengurus Khilafatul Muslimin di Jawa.
Abu pun berharap agar penangkapan Abdul Qadir itu tidak dikaitkan dengan konvoi Khilafah. "Konvoi motor ini merupakan hasil musyawarah se-Jawa, naik Jakarta, Bekasi Raya, Karawang, Priangan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ini harus ditekankan, sehingga tidak melibatkan di mana-mana," jelas Abu.
Abu kemudian kembali menegaskan bahwa konvoi Khilafah tersebut bukan instruksi dari pusat. "Enggak ada, kebijakan di Jawa sebetulnya. Maka ini kurang sinkron bila dikaitkan dengan itu," tutup Abu.
(wk/tiar)