Muncul Spanduk Penolakan Pesantren Khilafatul Muslimin di Bekasi, Pengurus: Kami Diam Diri Saja
Nasional

Spanduk penolakan terhadap aktivitas kelompok Khilafatul Muslimin di daerah Pekayon Jaya, Kota Bekasi. Spanduk itu muncul di wilayah pondok pesantren milik Khilafatul Muslimin.

WowKeren - Berita penangkapan para petinggi kelompok Khilafatul Muslimin tampaknya turut membuat masyarakat khawatir dengan keberadaan organisasi itu di Indonesia. Terbaru, muncul spanduk penolakan adanya Khilafatul Muslimin di sekitar pondok pesantren mereka, di wilayah Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Pengurus Khilafatul Muslimin Bekasi Raya, Djhonny Pahamsah alias Abu Salma menduga spanduk penolakan itu dipasang oleh orang-orang yang berasal dari luar lingkungan setempat. Menurutnya, pihak rukun tetangga atau RT setempat justru tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk itu.

"Ini sepertinya ada orang-orang dari luar yang sengaja memasang spanduk itu. Pihak RT sudah datang ke pondok terkait ada banner penolakan, RT sebenarnya tidak mempersoalkan itu, siapa yang memasang juga enggak paham," kata Djhonny, Kamis (16/6) melansir CNNIndonesia.com.

Djhonny menyebut selama ini tak pernah ada penolakan dari warga sekitar terhadap kegiatan di pondok pesantren Khilafatul Muslimin Pekayon, Bekasi. Namun setelah ada penangkapan sejumlah pemimpin Khilafatul Muslimin di beberapa daerah, barulah muncul narasi penolakan itu.


Djhonny menyebut pihaknya menyerahkan kepada aparat keamanan terkait tindak lanjut pemasangan spanduk penolakan di sekitar pondok. Ia menyebut pihaknya tidak akan mencopot spanduk tersebut dan lebih memilih berdiam diri saja. Djhonny menyatakan pihaknya siap mengikuti arahan dari aparat.

"Ayo duduk bareng, kita islah, kenapa dipasang begini, kita sesama muslim, itu kan adu domba. Kalau tidak menimbulkan kericuhan, kegaduhan, dan hal-hal yang dikhawatirkan, kami diam diri saja, tinggal aparat kalau (spanduk) mau dicopot ya terserah," ungkapnya.

Saat ini pihaknya menunggu arahan aparat setempat. Terlebih di pondok pesantrennya ada banyak santri yang jauh dari orang tua. Dia khawatir psikologis mereka terganggu dengan kejadian ini.

Sementara itu sbelumnya, Ketua Karang Taruna RW 03 Pekayon Jaya, Faisal Hafiz juga bercerita mengenai aktivitas Khilafatul Muslimin di wilayahnya. Ia mengatakan bahwa warga tidak pernah merasa mendapat pemberitahuan mengenai kegiatan kelompok Khilafatul Muslimin di wilayah tersebut.

"Sampai sekarang, kita tidak ada pemberitahuan. Contoh misalnya, mereka ada kegiatan agama, itu kita tidak pernah diberitahukan," pungkas Faisal pada Rabu (15/6),

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait