Kata Menteri Retno Marsudi Soal Menlu Rusia 'Walk Out' di Acara G20 Bali
Instagram/retno_marsudi
Nasional

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dilaporkan keluar dari pertemuan dengan para menteri luar negeri G20 di Bali karena Barat mengkritik Rusia atas serangannya ke Ukraina.

WowKeren - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dilaporkan sempat keluar kala mengikuti pertemuan G20 di Nusa Dua, Bali, pada Jumat (8/7) pekan lalu. Kekinian, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi buka suara soal kejadian tersebut.

Menurut Retno, Lavrov memang sempat pergi namun kembali lagi untuk mengikuti agenda forum tersebut. Lavrov juga disebut sempat berpamitan kepada Retno kala hendak pulang lebih dulu.

"Lavrov kembali lagi ke tempat pertemuan. Saya lakukan pertemuan bilateral empat mata dengan Lavrov antara sesi satu dan sesi dua," ungkap Retno kepada Tempo, Minggu (10/7). "Di awal sesi dua, Lavrov juga ada. Pas dia mau pulang lebih dulu, Lavrov datang ke meja saya untuk pamit."

Sebelumnya, Lavrov dilaporkan keluar dari pertemuan dengan para menteri luar negeri G20 di Bali karena Barat mengkritik Rusia atas serangannya ke Ukraina. Lavrov keluar dari sesi pagi ketika Menlu Jerman Annalena Baerbock mengkritik Moskow atas invasinya.


Lavrov juga disebut meninggalkan sesi sore sebelum Menlu Ukraina Dmytro Kuleba berbicara kepada para menteri secara virtual. Ia dilaporkan tidak hadir saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk Rusia.

"Mitra Barat kami berusaha menghindari pembicaraan tentang masalah ekonomi global. Dari saat mereka berbicara, mereka meluncurkan kritik pedas terhadap Rusia," kata Lavrov kepada wartawan.

Selain itu, Lavrov juga sempat diteriaki soal perang dalam acara G20 tersebut. Dalam video yang beredar, Menlu Retno tampak menyambut Lavrov kala terdengar teriakan "Why did you start the war?" yang artinya "Mengapa Anda memulai perang?".

Pertanyaan tersebut diteriakkan berulang kali hingga Lavrov akhirnya beranjak dari lokasi tersebut. Tidak diketahui secara pasti siapa yang meneriakkan pertanyaan tersebut kepada Lavrov.

Menurut Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, teriakan tersebut kemungkinan besar datang dari salah satu awak media yang ada di lokasi. Teuku menilai hal tersebut tidak patut dilakukan oleh awak media, karena pertanyaan sebaiknya diajukan di momen yang tepat seperti doorstop.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait