Erina Gudono ingin mewariskan salah satu benda berharga dan penuh kenangan untuk calon anak perempuannya di masa depan. Barang tersebut adalah cunduk mentul yang dipakai saat akad nikah.
- Marina Larasati
- Jumat, 30 Desember 2022 - 10:57 WIB
WowKeren - Belum genap satu bulan menikah dengan Kaesang Pangarep, Erina Gudono sudah memikirkan sebuah hadiah spesial yang akan diberikan pada calon anaknya di masa depan. Barang tersebut adalah cunduk mentul, salah satu aksesoris yang digunakannya saat akad nikah di Yogyakarta pada 10 Desember lalu. Hal itu diungkapkan Erina saat menjawab pertanyaan netizen di Instagram Story, Kamis (29/12).
Mulanya, netizen itu mempertanyakan perihal cunduk mentul yang dipakai Erina sama persis dengan yang digunakan istri Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu saat menikah. Erina pun membenarkan hal itu karena cunduk mentul yang dipakai olehnya, Selvi Ananda, dan Kahiyang Ayu adalah milik istri Presiden Jokowi, Iriana Jokowi.
Berkaca dari sang ibu mertua, Erina Gudono pun ingin mengikuti jejak untuk memberikan cunduk mentul miliknya yang berjumlah lima buah untuk anak perempuannya di masa depan. Erina ingin menyimpan barang berharga tersebut dengan mewariskannya ke anak cucu.
"Iya... cunduk mentul dan aksesoris basahan dan solo putri pagi itu milik Ibu Iriana, sama dengan dulu dipakai Mbak Selvi dan Mbak Ayang. Untuk yang Jogja aku punya, aku simpan buat anak aku kalau mau pakai di masa depan," ujar Erina Gudono.
Diketahui, Erina Gudono memakai cunduk mentul atau biasa juga disebut kembang goyang sebanyak lima buah saat akad nikah. Sedang untuk resepsi, Erina memakai cunduk mentul milik sang ibu mertua yang jumlahnya ada tujuh.
Dalam riasan paes ageng, setiap atributnya memiliki makna yang begitu mendalam. Ada unsur doa dan makna filosofis pada setiap atributnya, seperti halnya cunduk mentul yang digunakan oleh Erina Gudono. Lima cunduk mentul yang disematkan di sanggul Erina saat akad nikah melambangkan rukun islam.
Cunduk mentul ini dipasang dengan cara ditusuk pada bagian sanggul. Dalam tradisi paes ageng ada jumlah cunduk mentul berbeda, seperti 1, 3, 7, atau 9. Masing-masing angka tersebut pun memiliki maknanya masing-masing. 1 cunduk mentul melambangkan Tuhan Yang Maha Esa. Pada masa budaya Hindu, 3 melambangkan nilai-nilai Trimurti. Tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. Kata "pitu" ini merupakan simbol dari "pitulungan" atau dalam bahasa Indonesia artinya pertolongan. Serta untuk angka 9, melambangkan jumlah wali sanga.
Jumlah cunduk mentul yang selalu ganjil juga punya makna tersendiri. Hal ini dikarenakan angka ganjil dipercaya mempunyai kekuatan sebagai penolak bala.
(wk/lara)