Alami Sejumlah Perubahan Pasca Erupsi, Pakar: Anak Krakatau Masih Tumbuh dan Berkembang
Twitter/EarthUncutTV
Nasional

Letusan yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan terbentuknya kawah di Gunung Anak Krakatau.

WowKeren - Erupsi Gunung Anak Krakatu yang menyebabkan gelombang tsunami menyapu daratan cukup menjadi perhatian para pakar. Bahkan, meski telah lebih dari dua minggu berlalu, kondisi Anak Krakatau masih menjadi perbincangan hangat.

Setelah erupsi, sebagian puncak Anak Krakatau menghilang. Bahkan diberitakan bahwa tinggi gunung ini berkurang dari semula 338 meter menyusut menjadi 110 meter.

Aktivitas erupsi yang tak kunjung berhenti menyebabkan adanya rayapan tubuh gunung itu sendiri. Sehingga, tak hanya tingginya yang menyusut tapi juga volumenya berkurang. Dari 150-180 juta meter kubik, saat ini hanya tersisa 40-70 meter kubik.

Mamay Suryadi, seorang peneliti gunung api dari Badan Geologi, mengatakan bahwa saat ini Anak Krakatau sedang dalam masa konstruksi. Sehingga, sejalan dengan hilangnya sejumlah bagian tubuh, Anak Krakatau juga memunculkn bagian baru yang belum ada sebelumnya. Dikatakannya, Anak Krakatau saat ini masih sedang tumbuh dan berkembang.

"Gunung api fase konstruksi," kata Mamay dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (13/12). "Gunung api muda yang masih sedang tumbuh dan berkembang."


Mamay menyebut bahwa telah terjadi sejumlah perubahan pada tubuh Anak Krakatau semenjak gunung ini meletus pada 26 Desember lalu. Menurutnya, hal ini merupakan sifat Krakatau yang terus tumbuh sejak terjadi letusan dahsyat pada 1883 lalu.

Contoh perubahan tersebut adalah terbentuknya kawah. Sebelum meletus, Anak Krakatau masih berbentuk kerucut dan belum memiliki kawah seperti sekarang ini. Adapun kawah itu terbentuk akibat adanya letusan menyamping yang terjadi pada 26 Desember. Letusan yang berpusat di bawah permukaan laut itu membentuk kawah menyerupai tapal kuda yang mengarah ke barat.

"Terbentuklah kawah dengan bentuk tapal kuda yang terbuka ke arah barat," jelas Mamay. "Pusat letusan berada di bawah permukaan laut."

Selanjutnya, pengamatan terbaru pada 8 Januari menunjukkan bahwa Anak Krakatau kembali membentuk kerucut. Kerucut ini terbentuk di dalam kawah tapal kuda dan memiliki luas sekitar delapan beals hektar dengan garis tengah sepanjang 450 meter.

Kawah inilah yang saat ini menjadi pusat aktivitas Anak Krakatau. "Sekarang, aktivitas Gunung Anak Krakatau ada di kawah tersebut," kata Mamay.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait