Yakin Prabowo-Sandi Menang, Amien Rais Sebut Jokowi Bakal Jadi 'Presiden Bebek Lumpuh'
Nasional

Amien menyatakan kekecewaannya pada Jokowi lantaran dinilai sudah memecah belah bangsa.

WowKeren - Jelang Pilpres April 2019 mendatang, suasana perpolitikan semakin panas. Beberapa serangan disampaikan masing-masing kubu. Beberapa pernyataan kontroversial juga disampaikan oleh masing-masing timses Capres dan Cawapres Indonesia.

Amien Rais menyatakan bahwa dalam Pilres 2019 kali ini, ia optimis bahwa paslon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan jadi pemenangnya. Ia bahkan sempat menyinggung Presiden Indonesia saat ini sekaligus rival Prabowo dalam pemilu, Joko Widodo akan menjadi "Presiden bebek lumpuh".


Pernyataan Amien tersebut disampaikan bukan karena tanpa alasan. Menurutnya, Jokowi tidak akan bisa melakukan apapun di sisa kekuasaannya jika memang terbukti Prabowo berhasil memenangi pemilu.

"Insyallah 17 april 2019, kira-kira Magrib, sudah bisa syukuran. Kemudian Insyallah presiden dilantik 20 Oktober 2019," ujar Amien Raies di Kantor Pusat Seknas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/1) kemarin. Nah, dari 17 april sampai Oktober itu nanti Pak Jokowi namanya presiden bebek lumpuh."

Pria berusia 74 tahun ini lantas menjelaskan mengenai kekecewaannya terhadap Jokowi yang dinilai telah memecah belah bangsa. "Ini presiden enggak benar, membiarkan parpol dipecah, ulama dipecah, bahkan ormas mau dipecah," ujar Amien.

Amien juga menjelaskan soal permintaannya kepada Jokowi untuk tak merubah keputusan apapun di masa terakhir jabatannya. "Tidak boleh buat ini itu. Enggak boleh buat yang macam-macam karena sudah lumpuh. Dan akhirnya perjuangan kita menang kalau dapat izin Allah," pungkas Amien.

Sebelumnya, mantan Ketua PAN ini juga memberikan ketegasan akan menggempur KPU jika menemukan kecurangan dalam Pilpres pada bulan April mendatang. Ia juga sempat mengungkit masalah mengenai fenomena tercecernya e-KTP yang viral beberapa waktu lalu. Ia juga menyinggung kasus 31 juta data pemilih siluman yang sempat mencuat beberapa pekan sebelumnya.

"Bayangkan, 31 juta daftar (pemilih) bodong, banyak sekali, ini kan nggak masuk akal," ujar Amien. "KTP elektronik dibuang di tong sampah, di semak, di sawah, kan kurang ajar."

You can share this post!

Related Posts
Loading...