Kondisi Ekonomi Indonesia Dinilai Buruk, Analis Ragukan Gelar Menkeu Terbaik Sri Mulyani
Instagram/smindrawati
Nasional

Sebelumnya, gelar Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik berhasil diraih Sri Mulyani untuk 3 tahun berturut. Namun, gelar tersebut mengundang kritik dari sejumlah pihak.

WowKeren - Sudah tiga tahun berturut-turut Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik. Gelar tersebut diberikan oleh majalah keuangan FinanceAsia sejak tahun 2017.

"Melalui program Amnesti Pajak yang diluncurkan pada tahun 2016-2017, Menkeu Sri Mulyani juga berhasil meningkatkan kepatuhan pajak (tax compliance)," ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, dilansir detik Finance "Yang pada akhirnya berhasil meningkatkan penerimaan perpajakan."


Kendati demikian, gelar terbaru Sri Mulyani justru diragukan oleh Analis dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat, Gede Sandra. Menurut Sandra, penyematan gelar untuk Sri Mulyani itu tak sesuai dengan kondisi ekonomi Indonesia.

Ada beberapa hal yang menyebabkan Sandra ragu dengan gelar Menteri Keuangan Terbaik yang diraih mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu. Empat masalah ekonomi yang dihadapi pemerintah Indonesia saat ini menjadi alasannya.

Alasan pertama yang membuat Sandra ragu adalah perkara pengelolaan surat utang. Menurut Sandra, surat utang Indonesia menjadi yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.

"Surat utang kita tertinggi di kawasan Asia Tenggara, bunganya 8%. Artinya kalau buat kita bisa rugi karena mesti membayar utang lebih mahal dari negara-negara di kawasan," ungkap Sandra masih dilansir detik Finance pada Sabtu (6/4). "Misalnya Vietnam itu 4,8% kalau dibandingin dengan tenor kita 10 tahun maka kita mesti bayar lebih mahal 135%."

Alasan kedua berupa kecilnya penerimaan pajak di Indonesia. Jumlah besaran penerimaan pajak Indonesia disebut lebih kecil dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.

Selanjutnya, alasan mengenai defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) Indonesia merupakan yang paling besar mengalami pelebaran. Sementara itu, alasan lain yang membuat gelar Menteri Keuangan Terbaik meragukan adalah perkara Net International Investment Position (NIIP) Indonesia menjadi yang paling negatif di Asia Tenggara.

"Jadi aneh kenapa semua angkanya buruk, tapi malah dinobatkan jadi Menkeu terbaik," ujar Sandra. Kritikan pedas serupa juga disampaikan Fadli Zon. Ia merasa aneh dengan gelar Menteri Keuangan Terbaik yang diterima oleh Sri Mulyani.

You can share this post!

Related Posts
Loading...