Sering Dikaitkan Dengan Mitos Gunung Hejo, Jasa Marga Jawab Isu Mistis KM 90 Tol Cipularang
Nasional
Kecelakaan Maut Tol Cipularang

General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Dwi Winarsa, menuturkan bahwa kecelakaan di ruas tol tersebut telah terjadi sebanyak 4 kali dalam tahun 2019 saja.

WowKeren - Kecelakaan lalu lintas memang kerap terjadi di Tol Cipularang di sekitar KM 90-100. Dalam 2 minggu terakhir ini saja, sudah ada 2 kecelakaan yang terjadi di ruas tol tersebut.

Kecelakaan pertama terjadi pada Senin (2/9) pekan lalu dan memakan 8 korban jiwa. Polisi menyatakan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh muatan 2 truk yang berlebihan hingga sulit mengerem kala melintasi KM 91.


Hanya berselang 8 hari kemudian, yakni Selasa (10/9), kecelakaan kembali terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta pada KM 92. Penyebab kecelakaan kedua ini hampir sama dengan yang pertama, yakni truk mengalami rem blong. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Hal-hal mistis lantas kerap dikaitkan dengan tingginya jumlah kecelakaan di ruas tol tersebut. Penduduk setempat bahkan percaya bahwa titik kilometer terjadinya kecelakaan merupakan daerah sakral.

Selama ini mitos yang berkembang adalah keberadaan Gunung Hejo di kawasan tersebut. Gunung Hejo sendiri dipercaya sebagai tempat petilasan Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi.

Pihak Jasa Marga pun buka suara menanggapi isu mistis tersebut. General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Dwi Winarsa, menampik isu tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya akan mengevaluasi secara menyeluruh terkait jumlah kecelakaan di Tol Cipularang.

Dwi menegaskan bahwa evaluasi tersebut tidak akan menyinggung soal hal mistis. "Enggaklah, kita enggak ke sana (hal mistis). Kalau dilarikan ke situ, nanti tidak bisa dievaluasi," tutur Dwi dilansir Kumparan pada Rabu (11/9).

Selain itu, Dwi juga membantah adanya kontraktor yang ingkar janji dengan warga kala membangun jalan tol tersebut. Ia menegaskan bahwa semua prosedur telah terpenuhi.

"Apapun tetap kita perlu kalau di situ ada pekerjaan, ya berdoa," jelas Dwi. "Dan memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi bisa sesuai yang seharusnya di jalan tol."

Penyebab kecelakaan yang kerap terjadi di tol Cipularang, tutur Dwi, telah dikaji melalui berbagai sudut pandang. Salah satunya terkait dengan geometrik jalan yang dinilai masyarakat terlalu curam.

Dwi lantas mengaku bahwa semua jalan tol dipastikan telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Sementara itu, kecelakaan di ruas tol tersebut telah terjadi sebanyak 4 kali sejak tahun 2019.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts