Klarifikasi Pabrik Gula PT RMI yang Diduga Cemari Sungai Lemon di Blitar
Nasional

Beberapa waktu lalu dugaan pencemaran sungai yang dilakukan oleh pabrik gula ramai dibicarakan di sosial media. PT Rejoso Manis Indo (RMI) selaku pemilik pabrik pun membantah tuduhan tersebut dan memberikan klarifikasinya.

WowKeren - Beberapa waktu lalu warga Blitar mengunggah sebuah postingan yang mengeluhkan Sungai Lemon yang diduga tercemar limbah dari pabrik gula. Dalam unggahan tersebut memperlihatkan sebuah pipa saluran air berukuran besar. Dari pipa itu mengalir air berwarna cokelat pekat yang mengalir menuju sebuah sungai kecil.

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Pabrik gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) menyangkal jika Sungai Lemon tercemari limbah pabriknya. Deputy Project Manager PT RMI Putut Hendaruji menjelaskan saluran yang menuju Sungai Lemon bukan saluran limbah, melainkan saluran air dari area terbuka, tempat menyiram tebu yang akan diproses.

"Sisa buangan produksi atau limbah kami olah di instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sejak 22 Agustus lalu, kami tahap commissioning test atau pengetesan ribuan mesin dengan bahan tebu yang ada," jelas Putut. "Selama proses itu, kami menyempurnakan jalur dan sistem yang ada. Ada 500 pompa dan ribuan joint atau sambungan pipa. Mustahil di situ tidak ada yang bocor."


Putut juga menyebutkan jika pihak RMI berjanji tidak akan membiarkan kemungkinan bocor itu terjadi. Pihaknya bahkan terus melakukan pengecekan selama proses penyempurnaan saluran dan sistem berjalan.

Putut juga mempertanyakan pernyataan warga yang menyebut air tersebut sebagai limbah pabrik. Karena air yang menuju ke saluran tersebut bukan air sisa produksi, melainkan siraman air untuk membersihkan debu dan sisa tanah yang menempel pada batang tebu yang akan diproduksi.

Selain itu, pihak PT RMI mengaku jika menerima telepon dari Universitas Brawijaya, Malang. Mereka berencana akan melakukan kajian langsung ke lokasi yang dilaporkan warga sebagai limbah pabrik. Saya tidak paham siapa yang mengundang UB. Yang jelas bukan dari pabrik. Kalau nggak hari ini, ya besok mungkin mereka datang," pungkasnya.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts