Pihak Big Machine Records Mengaku Dapat Ancaman Pembunuhan Gara-Gara Taylor Swift
Getty Images
Selebriti

Belum lama ini Taylor mengunggah pesan panjang di media sosial yang berisi pernyataan bahwa mantan labelnya melarangnya membawakan lagu lama di acara American Music Awards 2019.

WowKeren - Perseteruan Taylor Swift dan mantan label rekamannya, Big Machine Records, telah memasuki babak baru. Hal ini bermula saat Taylor mendadak curhat pada para penggemarnya di media sosial dan meminta bantuan lantaran ia dilarang membawakan lagu-lagu lamanya.

Pada Kamis (14/11) waktu setempat, Taylor mengunggah pesan panjang kepada para pengikutnya di akun media sosial yang berisi pernyataan bahwa Scott Borchetta dan Scooter Braun menghalanginya untuk bisa menampilkan lagu-lagu lama di televisi saat acara American Music Awards 2019.


Usai berita ini viral, label Big Machine Records pun tak mau tinggal diam dan langsung buka suara. Dalam sebuah pernyataan resmi, Big Machine Records mengaku bahwa tudingan Taylor Swift tersebut membuat mereka menutup kantor lebih cepat di hari Jumat lalu karena mendapat banyak ancaman.

Entertainment Tonight melaporkan jika kantor Big Machine tutup pada pukul 12.30 siang karena para karyawan mendapatkan ancaman mati secara langsung. Menurut pihak Big Machine, pernyataan Taylor mendorong para fansnya untuk menyudutkan mereka, termasuk meluncurkan ancaman mati.

Sebelumnya, Big Machine telah menyebutkan jika mereka merasa terkejut dengan pernyataan Taylor karena informasi yang dibagikan pelantun "Lover" itu tidak benar adanya. Mereka mengaku tidak pernah menyatakan Taylor tidak bisa tampil di American Music Awards atau memblokir acara Netflix sang musisi.

"Kami tidak pernah sekalipun menyatakan menghalangi Taylor menyanyikan lagu di AMA atau untuk digunakan di tayangan di Netflix. Kami tidak berhak melarangnya melakukan pertunjukan di manapun," tutur perwakilan Big Machine Records.

Tak cuma itu, Big Machine juga berbalik menyatakan bahwa Taylor justru berutang uang jutaan dolar dan sejumlah aset di perusahaan, sekaligus bertanggung jawab terhadap nasib 120 orang pegawai yang membantu memoles kariernya hingga melejit seperti saat ini.

"Kami berharap supaya permasalahan dengan Taylor bisa diselesaikan dengan pertemuan langsung dan dialog yang jujur," lanjut isi pernyataan Big Machine Records.

You can share this post!

Related Posts
Loading...