Minta Indonesia Siaga, WHO Sebut Kasus Corona di RI Akan Turun dalam Beberapa Pekan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Namun sebelum itu, Perwakilan WHO untuk Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan menyebut jika Indonesia harus bersiap dengan skenario terburuk sebelum pandemi tersebut akhirnya mereda.

WowKeren - Pertumbuhan kasus corona di Indonesia terus meningkat secara signifikan selama beberapa hari terakhir. Setiap harinya, jumlah pasien yang dinyatakan positif corona kian bertambah.

Hingga Kamis (26/3) dilaporkan ada sebanyak 893 kasus positif dengan jumlah meninggal sebanyak 78 orang, Jumlah meninggal jauh lebih banyak dibanding dengan pasien yang berhasil pulih, yakni hanya 35 orang.


Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi jika kasus corona di Indonesia akan menurun dalam beberapa pekan ke depan. "Diagnosis yang lebih baik akan datang dalam beberapa minggu mendatang," kata Perwakilan WHO untuk Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan dalam konferensi video di Jakarta, Kamis (26/3).

Meski demikian, bukan berarti Indonesia bisa bersantai menghadapi pandemi ini. Di skala global dimana kasus ini belum mereda, Indonesia juga harus tetap waspada. Bahkan tidak menutup kemungkinan skenario terburuk akan terjadi sebelum akhirnya pandemi ini mereda.

"Ini akan menjadi lebih buruk secara global," lanjut dia. "Terutama di Indonesia sebelum menjadi lebih baik. Bersiaplah untuk itu."

Ia menyebut jika penyebaran virus lebih banyak dilakukan oleh para pemuda. Memang generasi muda memiliki daya tahan tubuh yang relatif baik namun mereka justru bisa menularkan ke orang lain yang lebih rentan.

"Anda berada dalam kelompok usia yang lebih muda, Anda tidak akan terserang penyakit kritis," tuturnya mengingatkan. "Tapi anda bisa menularkan kepada usia tua yang lebih rentan."

Sebelumnya, peneliti Inggris dalam The Guardian menyebut jika jumlah kasus yang terdeteksi di Indonesia masih sebagian kecil dari keseluruhan yang ada. Disebutkan jika jumlah 893 kasus masih sekitar 2 persen dari yang sebenarnya ada di lapangan.

Sehingga dengan kata lain mereka memprediksi masih ada sekitar 34 ribu kasus yang belum terdeteksi. Yang mana, jumlah tersebut jauh melebihi estimasi rekor kasus di Iran yang mencapai 27 ribu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts