Tak Hanya Corona, Ini Alasan Pabrik Sepatu Nike PHK Massal 5000 Pegawai
Nasional
COVID-19 di Indonesia

PT Victory Chingluh Indonesia melakukan PHK massal kepada 5 ribu pegawainya di tengah pandemi corona (COVID-19). Meski begitu, terungkap alasan PHK massal tersebut tak hanya disebabkan oleh wabah namun juga ada faktor lain.

WowKeren - Pandemi corona memberikan dampak besar trutama di sektor perekonomian. Pasalnya, banyak perusahaan yang gulung tikar hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Seperti yang terjadi pada PT Victory Chingluh di Pasar Kemis Kabupaten Tangerang yang melakukan PHK massal sebanyak hampir 5.000 pegawai. Namun, diketahui jika produsen sepatu dengan buyer merek terkenal seperti Nike ini melakukan PHK massal tak hanya karena wabah corona.


Ternyata ada dua faktor yang mendasari PHK massal tersebut yaitu faktor utama atau jangka panjang adalah rencana relokasi pabrik ke daerah lain. "Iya akan pindah juga, akan pindah. Tapi tentu perencanaan jangka panjang. Prinsipnya mereka akan pindah juga," ungkap Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko dilansir CNBC Indonesia, Rabu(27/5).

Eddy bilang kebijakan tersebut diambil melalui pertimbangan yang matang, yakni memperhitungkan pola distribusi, ongkos kirim hingga biaya pegawai. Pabrik sepatu merupakan perusahaan dengan sistem padat karya yang artinya sebagian besar biaya operasi perusahaan digunakan untuk membayar gaji pegawai.

Mengenai waktu pindah, Eddy menjelaskan saat ini perusahaan dari anggotanya masih mengukur waktu yang tepat. Namun bayangan waktu dan lokasi yang akan ditempati sudah ada. "Tahun depan mungkin," katanya.

Adapun faktor kedua adalah menurunnya pendapatan akibat wabah COVID-19. Hingga kini, pabrik sepatu tersebut masih tetap menjalankan kontrak proyeknya bersama brand kenamaan dunia, diantaranya Nike.

Namun, sejumlah kontrak yang sudah dijalin dengan brand lainnya harus kandas di tengah jalan. "Di luar merek besar seperti Nike dan Adidas, yakni dengan PO (Pre Order) lain, ada 47% dibatalkan PO-nya," ujar Eddy.

Pembatalan itu sangat berdampak signifikan terhadap cashflow perusahaan yang sudah cukup terganggu akibat masa pandemi. Sehingga berdampak PT Victory Chingluh Indonesia tercatat melakukan PHK terhadap 4.985 karyawannya.

Sebelumnya, PHK massal yang dilakukan tersebut dilaporkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang. "Iya betul ada (PHK), pihak perusahaan sudah menyampaikan ke kami datanya. PT Victory Chingluh Indonesia, 4.985 (karyawan) PHK dampak COVID-19," kata Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Hendra, Sabtu (23/5).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts