BREAKING: Positif Corona Melonjak Hingga Tembus 25 Ribu Lebih, Siapkah RI Terapkan New Normal?
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pada Jumat (29/5), pemerintah melaporkan sebanyak 678 kasus positif Corona baru, tak jauh berbeda dengan kondisi 2 hari belakangan. Padahal saat ini Indonesia tengah bersiap menyambut 'New Normal'.

WowKeren - Indonesia kembali mencatatkan lonjakan besar kasus positif COVID-19 dalam rentang 24 jam terakhir. Jumlah kasus ini didasarkan pada perkembangan mulai Kamis (28/5) pukul 12.00 hingga Jumat (29/5) pukul 12.00 WIB.

Selama rentang waktu itu, Indonesia mengonfirmasi adanya tambahan sebanyak 678 kasus positif COVID-19. Dengan demikian total ada 25.216 kasus positif COVID-19 di Indonesia hingga hari ini.


"Kasus konfirmasi positif COVID-19 hari ini 678 kasus," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto. "Sehingga totalnya 245.216 orang."

Lebih lanjut, Yuri pun juga mengabarkan perkembangan terkini terkait jumlah kasus sembuh dan meninggalnya. Tercatat ada tambahan 252 pasien positif yang dikonfirmasi sembuh.

"Sehingga totalnya menjadi 6.492 orang," kata Yuri, seperti dilansir dari CNN Indonesia. Dengan demikian, sudah lebih dari 25 persen pasien terkonfirmasi yang mengalahkan penyakit pernapasan ini.

Sementara kasus meninggal akibat COVID-19 dilaporkan bertambah sebanyak 24 kasus. "Sehingga totalnya menjadi 1.520 orang," tutur Yuri. Dengan demikian tingkat kematian akibat COVID-19 di Indonesia pun kian menurun, yakni di kisaran 6 persen dari kasus terkonfirmasi.

Bila mengamati grafik perkembangan wabah, dapat teramati selama 3 hari berturut-turut jumlah kasus positif COVID-19 mengalami stagnansi. Untuk kasus sembuhnya mengalami peningkatan signifikan hari ini, sementara kasus meninggalnya menurun selama 2 hari berturut-turut.

Kendati demikian, tambahan kasus yang nyaris mencapai 700 pasien setiap harinya tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Yang lebih menyita perhatian, peningkatan kasus positif ini justru terjadi menjelang pemerintah menerapkan kebijakan "New Normal" yang mengizinkan masyarakat beraktivitas normal kendati masih di tengah pandemi.

Lantas apakah Indonesia siap menerapkan skenario New Normal itu? Banyak pakar yang pesimis, tetapi pemerintah terus bersikap sebaliknya. Meski demikian, belakangan pemerintah memastikan bila terjadi gelombang kedua pandemi, kebijakan New Normal akan dihentikan sampai kondisi kembali terkendali.

Di sisi lain, DKI Jakarta masih menjadi provinsi paling terdampak COVID-19 dengan 7.001 kasus positif. Di urutan kedua Jawa Timur dengan 4.313 kasus dan Jawa Barat dengan 2.181 kasus.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts