Pembatasan pengunjung per hari yang akan diterapkan oleh Ragunan dilakukan dengan cara pendaftaran online. Dalam formulir online yang tersedia, ada ketentuan yang harus dipatuhi oleh calon pengunjung.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Selasa, 02 Juni 2020 - 15:08 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia tengah bersiap-siap memulai tatanan hidup baru alias "New Normal" di tengah pandemi Corona (Covid-19). Salah satu yang ikut bersiap menghadapi New Normal adalah Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Saat mulai beroperasi, Taman Ragunan akan membatasi jumlah kunjugan tidak lebih dari 5 ribu orang per hari.
"Untuk hari biasa kita batasi jumlah pengunjung 5 ribu orang per hari, tapi kalau akhir pekan kita batasi jadi 10 ribu per hari," kata Kepala Satuan Pelaksana Promosi Ragunan, Ketut Widarsana, dilansir dari CNNIndonesia.
Sebelum pandemi Corona, jumlah pengujung Taman Ragunan di hari biasa atau Selasa sampai Jumat mencapai 2.500 hingga 5 ribu orang. Sedangkan jumlah pengunjung di akhir pekan lebih meningkat, pada Sabtu mencapai 15 ribu sementara Minggu bisa mencapai 40 ribu hingga 50 orang.
"Untuk akhir pekan kita ambil jalan tengah, pengunjung dibolehkan cuma 10 ribu orang untuk Sabtu dan Minggu," kata Ketut.
Mekanisme pengaturan jumlah pengunjung Taman Ragunan tersebut dapat dilakukan dengan cara pengunjung yang mendaftar secara online. Sebelum ke Ragunan, calon pengunjung wajib mendaftarkan diri mengisi formulir melalui Google Form yang akan disebar. Dalam formulir tersebut berisi ketentuan sebagai pengunjung Taman Ragunan seperti halnya harus membawa masker dan hand sanitizer sendiri, tidak sedang sakit atau batuk dan pilek.
"Setelah mendaftar daring, petugas di loket layanan akan memverifikasi pengunjung, dengan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatannya," jelas Ketut. "Kalau batuk pilek bisa kita tolak, boleh mendaftar hari berikutnya."
Bukan hanya pembatasan pengunjung tiap hari, Taman Ragunan juga membatasi jarak fisik antar pengunjung di tiap-tiap wahana atau kandang satwa. Sedangkan untuk wahana seperti area bermain anak-anak, sepeda keliling dan kereta wisata ditutup sementara.
Walau demikian, Taman Ragunan belum memutuskan kapan akan beroperasional lagi. Mereka menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
(wk/tria)