Indonesia bisa saja akan menghadapi gelombang kedua Covid-19 setelah Lebaran tahun ini. Terlebih mengingat virus Corona bisa bermutasi terus menerus dari waktu ke waktu.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Rabu, 03 Juni 2020 - 13:52 WIB
WowKeren - Di tengah pemerintah yang bersiap memulai tatanan hidup baru alias "New Normal", Indonesia malah dibayangi kemungkinan wabah virus Corona (Covid-19) gelombang kedua. Kemungkinan tersebut bisa terjadi pasca Lebaran.
"Gelombang kedua itu bisa saja terjadi karena ada pergerakan luar biasa," kata Prof. Pratiwi Sudarmomo ahli mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam diskusi di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (2/6) seperti dilansir dari Kumparan. "Kemarin Lebaran orang pergi mudik, kemudian akan kembali lagi ke Jakarta."
Pratiwi menambahkan kemungkinan tersebut bisa lebih besar mengingat ada masuknya tenaga kerja dari luar negeri ke Indonesia. Mobilitas masyarakat yang tinggi itu tentu saja harus diwaspadai, pasalnya virus Corona bisa bermutasi terus menerus dari waktu ke waktu.
Belum lagi masyarakat masih mengabaikan perintah physical distancing yang makin memperparah penyebaran wabah Corona. "Ada yang pergi tanpa masker, pergi ke tempat berkerumun, mulai coba-coba pergi minum kopi ke restoran. Ketakutannya iya, perilakunya enggak," sambungnya.
Lebih lanjut, Pratiwi menyebut SARS-CoV-2 memiliki beberapa variasi yang disebut berbeda antar daerah di Indonesia. Ia juga menjelaskan perpindahan serta penyebaran virus Corona yang begitu cepat.
"Beberapa variasi antara lain kita bisa mengetahui ke mana saja virus itu sudah pergi. Misalnya, apakah virus itu datang dari Wuhan langsung ke Indonesia, misalnya, dan tanggal berapa dia sampai di kita," jelas Pratiwi. "Yang pertama kali datang itu di pertengahan Januari malah sudah masuk ke Indonesia dan apakah virus itu sudah jalan dari Wuhan ke Singapura, Eropa, Amerika, baru masuk ke Indonesia, itulah mengapa dikatakan virus corona yang ada di daerah Jawa Timur berbeda dari strain di Jakarta."
Pratiwi mengungkap para ilmuwan bisa melakukan whole genome sequencing untuk mengetahui dari mana saja setiap virus yang ditemukan di Indonesia berasal. Hal tersebut penting dilakukan untuk menentukan apakah penyintas Covid-19 dapat mengalami reinfeksi.
"Untuk semua yang pernah terpapar, baik sakit maupun tidak sakit, tubuhnya akan membuat kekebalan," jelasnya. "Kekebalan itu terdiri dari meningkatnya imunoglobin M dan imunoglobin G. Jadi itulah sebabnya kita bisa mendeteksi orang-orang terutama yang sakit dengan rapid test."
(wk/tria)