Sekelompok Warga Di Makassar Bawa Kabur Jenazah PDP Corona, Petugas Rumah Sakit Pasrah?
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kembali terjadi lagi sekelompok warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjemput paksa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona dari rumah sakit.

WowKeren - Jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona dibawa kabur oleh warga dari rumah sakit kembali terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kali ini petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji, Makassar tidak dapat berbuat banyak saat sekelompok warga menjemput jenazah keluarganya yang meninggal dalam status PDP Corona.

Petugas mengaku keselamatan mereka terancam karena warga emosi. Selain itu, jumlah bagian keamanan rumah sakit juga kalah banyak dengan warga yang mengambil paksa jenazah PDP Corona.


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi menghadapi massa yang emosi, keselamatan kita terancam," ujar Direktur RSUD Labuang Baji, Dr. Andi Mappatoba mengutip dari Detik.com saat dimintai konfirmasi di Makassar, Jumat (5/6). "Sementara petugas keamanan juga jumlahnya sedikit, hanya ada anggota Polsek dan Koramil Mamajang."

Mappatoba juga menerangkan bahwa pasien PDP merupakan seorang lelaki yang berusia 49 tahun. Pasien tersebut menjalani perawatan selama dua hari di RSUD Labuang Baji hingga akhirnya meninggal pada Jumat (5/6) pagi tadi. Setelah itu warga datang mengambil paksa jenazah sebelum Tim Gugus Tugas hadir di lokasi.

"Saat pasien meninggal pada pukul 9.15 Wita, kami langsung laporkan ke tim Gugus Tugas Provinsi pukul 9.20 Wita," papar Mappatoba. "Lalu setelah itu, sekitar pukul 9.50 Wita, massa tiba-tiba datang menyerbu dan mengambil paksa jenazah, sebelum petugas Tim Gugus datang."

Jumlah warga yang lebih banyak dari jumlah petugas keamanan membuat warga berhasil membawa pergi jenazah warga Jalan Rajawali, Makassar ini. kendati demikian, jenazah dimakamkan tanpa proses pemulasaran jenazah sesuai protokol penanganan Covid-19.

Kini Mappatoba berharap kesadaran warga agar kejadian serupa tidak terulang di tiap rumah sakit yang menangani pasien corona. "Tugas kita hanya mengobati pasien, kalau keselamatan kita terancam, ya harus bagaimana lagi," pungkas Mappatoba.

Untuk diketahui, kasus membawa pulang jenazah PDP Corona di Makassar ini bukan untuk pertama kalinya. Sebelumnya juga beredar video warga Makassar yang menjemput keluarganya yang PDP Corona secara paksa. Hingga akhirnya video tersebut mendapatkan sorotan dari Dinas Kesehatan.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts