Dokumen Tuntutan Bocor, Meghan Markle Klaim Tak Dilindungi Kerajaan Inggris saat Hamil
Getty Images
Selebriti

Klaim tersebut dibuat dalam dokumen-dokumen terbaru yang dirilis sebagai bagian dari perseteruan antara pihak Meghan dengan tabloid Inggris yang dianggap mencemarkan namanya.

WowKeren - Sebuah dokumen pengadilan terkait gugatan Meghan Markle dan Pangeran Harry terhadap media Inggris yang dianggap mencemarkan nama baik sang Duchess of Sussex kini beredar luas. Dilaporkan bahwa dokumen itu juga berisi pernyataan bahwa Meghan merasa tak dilindungi kala ia masih di bawah naungan Istana.

Russell Myers, Editor Daily Mirror yang khusus membahas berita seputar Kerajaan, mengatakan kepada Lorraine Kelly dalam program TV "Good Morning Britain" bahwa anggota senior keluarga Kerajaan akan marah pada klaim dokumen tersebut. Dalam berkas tersebut klaimnya menyatakan bahwa Meghan merasa pihak kerajaan gagal melindunginya ketika ia mengandung Archie Harrison pada tahun 2019 lalu.


"Berkas tersebut akan sangat membuat tertekan kalau dibaca oleh pihak keluarga Kerajaan Inggris," ungkap Myers kepada Lorraine, dilansir dari Mirror.co.uk pada Jumat (3/7).

"Tentu saja klaim-klaim Meghan yang menyatakan bahwa dia merasa tidak dilindungi saat masa-masa kehamilan akan sangat menyakiti hari Ratu, Pangeran Philip, Charles, Kate dan Pangeran William," jelasnya.

Klaim tersebut dibuat dalam dokumen-dokumen terbaru yang dirilis sebagai bagian dari perseteruan antara pihak Meghan dengan Associated Newspapers Limited, penerbit tabloid The Mail on Sunday di Pengadilan Tinggi, atas sebuah artikel yang memuat isi surat Meghan untuk ayahnya, Thomas Markle, pada Agustus 2018 lalu.

Menurut Myers, klaim tersebut tidak hanya membahas soal perlindungan, tetapi juga menyatakan bahwa pihak Kerajaan Inggris melarang Meghan untuk membela diri atas pemberitaan media di masa kehamilannya.

Kasus ini sebenarnya berpusat pada konflik yang muncul akibat surat pribadi bertulis tangan yang ditulis Meghan kepada Thomas Markle. "Pelanggaran besar terhadap hak privasi siapa pun, ini jelas, dan melanggar hukum," tutur seorang sumber, yang juga menyebutkan Meghan merasa hak privasinya telah dilanggar.

Disebutkan bahwa dalam dokumen itu Meghan menentang permintaan tim media Istana Kensington untuk tetap tak berkomentar terkait pemberitaan dirinya dengan ayahnya yang muncul di berbagai tabloid Inggris. Meghan yang kala itu masih dalam kondisi hamil disebut ingin bersuara untuk membela dirinya atas pemberitaan tersebut, namun dilarang pihak Istana.

Dokumen itu juga mengutip sejumlah pengakuan teman Meghan Markle yang menyebut mereka tak pernah melihat Meghan dalam kondisi ini sebelumnya. Selain itu, mereka amat khawatir dengan kesejahteraan sang Duchess, terutama karena ia sedang hamil, tak terlindungi oleh Istana, dan dilarang membela dirinya sendiri.

"Rasa frustrasi yang berada di antara teman-temannya membuat semua orang diam, karena tampaknya pihak-pihak yang kemudian disebut sumber mampu menyebarkan kabar yang salah," demikian isi dokumen tersebut. "Sementara orang yang tahu betul tentang Meghan diminta untuk tetap diam."

Sementara itu, dalam tuntutannya, pengacara Meghan menjelaskan bahwa selama ini kliennya telah banyak menjadi subjek dari artikel-artikel tabloid Inggris yang dinilai palsu dan merusak citra, serta memberikan tekanan emosional dan mengganggu kesehatan mental sang Duchess.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts