Sempat Dinilai 'Sepi', Kini 90 Persen Ruang di RSKI Pulau Galang Batam Sudah Terisi Pasien Corona
pu.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

RSKI Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau dibangun secara kilat demi mengantisipasi pasien positif COVID-19. Namun lokasi yang jauh dari pusat wabah membuat rumah sakit itu sempat 'sepi'.

WowKeren - Pemerintah membangun Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) di Pulau Galang, Kepulauan Riau pada awal masa pandemi COVID-19. Harapannya dapat menjadi fasilitas kesehatan rujukan untuk pasien COVID-19, yang nyatanya malah menuai kritik karena "sepi".

Bahkan pada awal Juli 2020 kemarin, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyarankan agar pasien-pasien COVID-19 dari Jawa Timur dipindahkan ke RSKI Pulau Galang. Sebab rumah sakit itu tercatat hanya merawat 53 dari kapasitas ratusan pasien.


Namun ternyata kini RSKI Pulau Galang sudah terisi sampai sekitar 90 persen kapasitas. Hal ini disampaikan bersamaan dengan laporan soal "krisis" yang dihadapi Kepri lantaran RSUD Raja Ahmad Tabib yang kini sudah penuh oleh pasien yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

"Kami harus mempersiapkan ruangan lain untuk pasien dan dirawat," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana di Tanjung Pinang, Sabtu (1/8). Menurutnya ruang rawat untuk pasien COVID-19 di RSUP Kepri hanya 15 ruangan dan sudah terisi penuh, sedangkan di RSKI Pulau Galang mencapai 350 ruangan.

Oleh karenanya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri ini pun sudah menghubungi RS TNI-AL Dr. Midiyato Suratani, agar bisa menampung pasien COVID-19. "Kami sudah berkoordinasi dengan RSAL dan RSUD Tanjungpinang untuk menyediakan fasilitas dalam penanganan pasien," terangnya, dilansir dari Tirto.

Tak hanya itu, pemerintah setempat juga mulai melirik sejumlah fasilitas publik lain seperti hotel untuk digunakan sebagai tempat karantina pasien COVID-19. Beberapa hotel yang sudah tutup pun bersedia menyewakan kamarnya untuk karantina pasien.

"Penyediaan ruang rawat dan karantina, dilakukan setelah penelusuran terhadap berbagai kasus COVID-19 yang muncul dalam beberapa hari ini yang kemungkinan meluas dan banyak," tutur Tjetjep. "Ini terkait Gubernur Kepri (Isdianto) dan lima staf protokol positif COVID-19."

Diketahui Gubernur Kepri yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo dikonfirmasi positif COVID-19. Terkait dengan penularan ini, Tjetjep menyebut akibat seorang ajudan Isdianto yang tertular ketika berkumpul untuk makan bersama dengan beberapa orang lain.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts