Kasus Corona Indonesia Tembus 128 Ribu, DKI Jakarta ‘Setor’ Pasien Terbanyak
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia telah melaporkan lebih dari 128 ribu kasus virus corona hingga Selasa (11/8). DKI Jakarta menjadi penyetor pasien COVID-19 terbanyak di Tanah Air. Ini datanya.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah melaporkan perkembangan kasus virus corona (COVID-19) terbaru. Hingga Selasa (11/8), Indonesia telah memiliki lebih dari 128 kasus virus corona, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020 lalu.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terjadi penambahan 1.693 kasus corona. Dengan ini, total kasus penyebaran COVID-19 berjumlah 128.776 pasien.

Penambahan kasus viru scorona didapat setelah pemerintah melakukan pemeriksaan pada 25.791 spesimen dari 13.513 orang yang diambil sampelnya. Adapun Satgas COVID-19 juga memaparkan pemerintah total telah melakukan pemeriksaan hingga 1.757.425 spesimen dari 998.406 orang yang diambil sampelnya.

Sementara itu, angka kesembuhan di Indonesia hingga hari ini telah berjumlah 83.710 pasien. Sedangkan sebanyak 5.824 orang dilaporkan meninggal dunia akibat pandemi virus corona di Tanah Air.


DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia. Pada hari ini, jumlah kasus positif virus corona di ibu kota bertambah 471 kasus. Dengan demikian, total kasus positif mencapai 26.664 orang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani memaparkan sebanyak 16.927 pasien dinyatakan sembuh dan 953 orang meninggal dunia. Sedangkan 8.784 pasien lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

”Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8,4 persen, sedangkan Indonesia sebesar 15,2 persen,” kata Fify dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8). “WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.”

Fity menjelaskan saat ini Pemprov DKI terus meningkatkan kapasitas testing di Ibu Kota. Hal ini dilakukan untuk menemukan kasus baru secara cepat sehingga laju penyebaran virus corona dapat ditekan dengan maksimal.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah melakukan kolaborasi 54 Laboratorium pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan swasta. "Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program," pungkas Fify.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts