Kejiwaan Gilang 'Bungkus' Diperiksa Psikiater Hingga Dicecar 500 Pertanyaan, Apa Hasilnya?
Nasional

Kepolisian mengatakan jika Gilang predator ‘Fetish Kain Jarik’ telah diperiksa ke psikiater hingga mendapatkan ratusan pertanyaan seputar kepribadiannya. Apa hasilnya?

WowKeren - Gilang Aprilian Nugraha Pratama sang predator “Fetish Kain Jarik” telah ditangkap kepolisian dan saat ini tengah menjalani proses hukum di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Kuasa hukum Gilang “bungkus”, Ivo Yuliansyah kini mengumumkan perkembangan terbaru atas kasus sang klien.

Ivo mengatakan jika Gilang saat ini tengah diperiksa kejiwaannya buntut dari aksinya. Gilang disebutkan telah dibawa polisi ke psikiater yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Gilang telah mendapatkan setidaknya 500 pertanyaan dari psikiater terkait dengan kepribadiannya yang membuatnya melakukan aksi “Fetish Kain Jarik”. Menurut Ivo, pemeriksaan Gilang oleh psikiater berjalan dengan baik dan lancar.

”Dari pihak penyidik iya melakukan pemeriksaan psikiater di RS Bhayangkara," kata Ivo seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (12/8). “Tadi ada sekitar 500 lebih pernyataan yang harus dijawab Gilang. Sudah selesai sih tadi sebelum zuhur.”


Ditanya bagaimana hasil pemeriksaan kejiwaan Gilang, Ivo mengaku belum mengetahuinya. Ia juga menyatakan dirinya merasa tidak tega jika menanyai Gilang saat ini terkait hasil tes kejiwaannya. Walau begitu, ia menduga hasil pemeriksaan kejiwaan tersebut akan keluar setelah beberapa hari lagi.

”Untuk hasilnya mungkin ntah beberapa hari baru keluar itu ya,” ungkap Ivo. “Tadi saya juga mau tanya ke Gilang, sekitar 500 lebih, jadi saya gak mau maksain Gilang, mungkin sudah capek.”

Gilang selama pemeriksaan kejiwaan ini tidak hanya didampingi oleh polisi dan kuasa hukum saja, namun juga ditunggui dokter dan pihak keluarga. Ivo mengatakan jika pihak keluarga yang mendampingi Gilang adalah kerabat yang berasal dari Ngawi, Jatim. Ibu dan ayahnya diketahui masih berhalangan dalam mendampingi sang anak menghadapi proses hukum di Surabaya.

”Pihak keluarga itu perwakilan, kalau ibu dan bapak Gilang ada pekerjaan juga di Kalteng jadi gak bisa hadir,” jelas Ivo. “Dan kemungkinan yang dikerahkan adalah keluarga yang terdekat di Surabaya dari Ngawi.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts