Pemerintah RI Siap Terima Vaksin Corona Tahap Awal, Diutamakan Untuk PNS Hingga Tenaga Medis
AFP/Andrew Caballero-Reynolds
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengungkapkan bahwa Indonesia masuk di dalam peta yang sudah menyiapkan dosis mendekati satu kali vaksin per kapita.

WowKeren - Pemerintah Indonesia kini tengah bersiap menerima kiriman vaksin virus corona (COVID-19) tahap awal. Salah satunya adalah dengan menyusun peta jalan (roadmap) dan menyiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengadaan vaksin corona dan pelaksanaan vaksinasi.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah akan menyediakan 1,3 juta dosis vaksin COVID-19 untuk tahap awal. Pengadaan tersebut akan digunakan dalam vaksinasi bagi para tenaga medis hingga para Aparatur Sipil Negara (ASN) alias PNS.

"Roadmap-nya ini sudah dipersiapkan, ada yang di garda terdepan sejumlah 1,3 juta," terang Airlangga dalam Rakorpim di Bintan, Kepulauan Riau, pada Sabtu (26/9). "Kemudian ada (untuk) pelayanan publik ada aparatur negara."


Setelah itu, pemerintah akan melakukan pengadaan 86 juta dosis vaksin COVID-19. Nantinya, pemerintah akan melakukan vaksinasi terhadap sejumlah kelompok yang dinilai paling membutuhkan vaksin COVID- 19.

"Ada juga tahap pertama, kedua, dan ketiga yang sudah disiapkan untuk disiapkan total 86 juta daripada penerima yang dibagi menjadi usia produktif, kelompok komorbid (penyakit penyerta), dan peserta BPJS dari penerima bantuan iuran," ungkap Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia masuk di dalam peta yang sudah menyiapkan dosis mendekati satu kali vaksin per kapita. "Sedangkan negara-negara lain sudah di atas lima kali (per kapita) adalah Inggris, Amerika Serikat, kemudian Kanada. Di atas kita adalah Jepang, Uni Eropa, Australia, India. Kita sedikit di atas Brasil," terang Airlangga.

Terkait waktu pengadaan vaksin COVID-19, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat menyatakan bahwa 40 juta dosis vaksin akan mulai masuk ke Indonesia pada Desember 2020 mendatang. "Karena Desember itu vaksin udah mulai masuk mungkin ada 40 juta. Maka critical time kita adalah dua bulan ke depan. Setelah itu pada kuartal satu tahun depan, keadaan akan jadi makin baik," ujar Luhut pada Jumat (18/9) pekan lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts