4.998 Positif Corona, 30 Persen Dikonfirmasi di Jakarta Buntut Kerumunan Habib Rizieq?
Getty Images/NurPhoto
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebanyak 1.579 kasus COVID-19 tersebut dikonfirmasi di DKI Jakarta, memicu kekhawatiran merupakan dampak dari kerumunan besar dari berbagai agenda oleh Habib Rizieq Syihab.

WowKeren - Sejumlah pakar epidemiolog menegaskan bahwa Indonesia masih berjuang menuntaskan gelombang pertama wabah COVID-19. Sebab diketahui sampai saat ini jumlah kasus positif COVID-19 terus bertambah, termasuk yang terjadi pada Sabtu (21/11) hari ini.

Dilansir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hari ini Indonesia mengonfirmasi 4.998 kasus positif COVID-19. Dengan demikian total kasus positif yang dikonfirmasi sejak 2 Maret 2020 mencapai 493.308.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi hari ini kembali melampaui angka pada hari-hari sebelumnya. Namun yang menjadi sorotan pada data hari ini adalah sebarannya yang didominasi di DKI Jakarta, yakni sebanyak 1.579 pasien.

4.998 Positif Corona, 30 Persen Dikonfirmasi di Jakarta Buntut Kerumunan Habib Rizieq?

Twitter/BNPB

Angka ini jelas tak bisa dipandang sebelah mata dan langsung dikaitkan dengan kekhawatiran klaster COVID-19 baru di Ibu Kota. Klaster ini merupakan buntut kerumunan sejumlah agenda yang digelar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.


Sebelumnya Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo sudah mengonfirmasi soal temuan hingga puluhan kasus positif COVID-19 terkait kerumunan Habib Rizieq ini. Satgas menerima laporan ada 7 kasus positif dari 15 orang yang dites di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Itu data yang diterima Satgas per Kamis sore, 19 November 2020," jelas Doni, Jumat (20/11). Selain itu ada tambahan lagi sebanyak 50 orang di sekitar Tebet, Jakarta Selatan yang menjadi lokasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif akibat kerumunan besar tersebut, Doni pun mendorong semua komponen masyarakat untuk memeriksakan diri. Terutama bagi mereka yang memang menghadiri kerumunan, agar penularan bisa segera dicegah lewat pemeriksaan dini.

"Jika ada yang positif bisa segera isolasi dan tempat isolasi disiapkan pemerintah. Silakan dengan kesadaran dan keikhlasan memeriksa diri ke puskesmas, demi memutus mata rantai penularan untuk keselamatan bersama," tegas Doni.

Sedangkan hari jumlah kasus sembuh Corona adalah 3.403 dengan total akumulatif 413.955. Sedangkan yang meninggal dunia sejumlah 96 kasus, sehingga totalnya 15.774.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts