Jateng Ikut Tolak Kedatangan Habib Rizieq, Larung Poster HRS Ke Sungai
Nasional

Warga Jawa Tengah ikut menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab ke wilayah mereka. Bahkan, mereka turut melarung poster HRS ke sungai dengan dilempari bunga seperti layaknya pemakaman.

WowKeren - Kehebohan selalu mengikuti kemana pun Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Dari kepulangannya ke Indonesia hingga sejumlah acara yang digelarnya dengan melibatkan kerumunan massa di tengah pandemi virus corona. Hal ini tentunya memicu kontroversi di kalangan masyarakat.

Aksi penolakan terhadap Habib Rizieq pun terus bermunculan di sejumlah daerah. Yang terbaru, penolakan terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kemarin. Aksi penolakan ini dilakukan oleh sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kendal pada Selasa (24/11).

Namun, aksi demo yang dilakukan di Alun-Alun Kendal ini dibubarkan oleh kepolisian karena tidak memiliki izin. Wakapolres Kendal Kompol Sumiarta menjelaskan aksi demo tolak Habib Rizieq itu dibubarkan karena tidak memiliki izin maupun pemberitahuan kepada kepolisian.

Selain itu, pembubaran aksi demo juga dilakukan untuk mencegah timbulnya klaster baru virus corona. Pasalnya, aksi demo telah menimbulkan kerumunan massa sehingga sangat berbahaya karena bisa memicu penularan COVID-19.


”Aksi demo penolakan HRS memang kami bubarkan karena aksi tersebut tidak berizin atau tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada kepolisian,” kata Sumiarta saat ditemui di Alun-alun Kendal seperti dilansir dari Detik, Selasa (24/11). “Kami juga berusaha mencegah agar tidak timbul klaster baru dalam demo ini.”

Sementara itu, massa Aliansi Masyarakat Kendal dalam aksinya sebelum dibubarkan polisi mengecam ceramah-ceramah provokasi yang selama ini dilakukan Habib Rizieq. Bahkan, mereka menyebut ceramah Habib Rizieq berpotensi memecah belah NKRI.

Massa pun turut melarung poster HRS ke sungai sebagai bentuk protes. Tak lupa, mereka turut menaburkan bunga kepada poster Habib Rizieq layaknya sedang melakukan pemakaman.

”Di Kabupaten Kendal ini banyak ulama dan para ulama ini selalu memberikan ceramah dengan santun dan sejuk,” kata Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kendal, Nanang Supriyanto saat melakukan orasinya di Alun-alun Kendal. “Tidak seperti Habib Rizieq yang selalu berceramah dengan nada provokasi yang bisa menyebabkan perpecahan NKRI. NKRI itu harga mati.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts