Heboh Kabar Kasdim Gresik Meninggal Usai Divaksin Corona, Polisi Buru Penyebar Hoaks
Nasional
Vaksin COVID-19

Kepolisian Resor Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tengah memburu penyebar kabar hoaks yang menyebutkan Kasdim Mayor Sugeng Riyadi meninggal usai menerima vaksin COVID-19 pada Jumat (15/1) lalu.

WowKeren - Sebuah pesan berantai melalui WhatsApp baru-baru ini menjadi sorotan. Pasalnya, dalam pesan tersebut menyebutkan jika Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi meninggal setelah divaksin COVID-19.

Tak hanya itu, pesan berantai tersebut juga menyertakan foto seorang anggota TNI Angkatan Darat itu mengatakan Sugeng Riyadi adalah orang yang divaksin pertama dan menjadi korban akibat vaksin itu. Terdapat juga kata-kata provokatif dalam pesan itu seperti "hati2 bahaya vaksin ini nyata".

"Inalillahi wainalillahi roziun. Vaksin pertama, Kasdim 0817 Gresik, Mayor Sugeng Riyadi.tadi malam Dan ramil kebu mas gresik meninggal akibat siangnya disuntik vaksin...pagi ini porses pemakaman...hati2 bahaya vaksin nyata," demikian bunyi pesan berantai WhatsApp tersebut yang beredar Senin (18/1).

Menanggapi kabar tersebut, laman antihoaks Kominfo mengungkapkan jika kabar yang beredar itu hoaks atau berita bohong. Sugeng mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 Sinovac di RSUD Ibnu Sina, Gresik, Jawa Timur pada Jumat (15/1) lalu, dan hingga saat ini yang bersangkutan masih dalam kondisi sehat.


Kondisi Sugeng tersebut telah dipastikan oleh Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi. "Hingga saat ini, Kasdim Gresik dalam keadaan sehat walafiat. Jadi tidak benar berita yang mengatakan bahwa ia meninggal setelah disuntik vaksin Sinovac," tegasnya.

Akibat peristiwa ini, tentu membuat Kepolisian Resor Kabupaten Gresik memburu oknum yang menyebarkan kabar bohong tersebut. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kodim 0817 terkait informasi hoaks tersebut.

"Dari koordinasi, kami pastikan itu tidak benar. Informasi itu tidak bertanggungjawab dan telah beredar luas sejak Minggu malam di sejumlah media sosial," kata Arief dilansir Antara, Selasa (19/1). Ia menyebutkan jika pesan yang beredar itu bahkan telah diterima oleh sejumlah pejabat di Kabupaten Gresik.

Saat ini tim dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Gresik tengah menyelidiki siapa penyebar hoaks tersebut. "Saat ini Satreskrim sedang menelusuri untuk mengungkap siapa yang pertama kali menyebarkan informasi hoaks tersebut," jelas Arief.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts