Program Kampus Mengajar Mendikbud Tuai Kritik, Disebut Pemborosan Karena Mirip KKN
Nasional

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji memberi kritikan keras terhadap program Kampus Mengajar yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengeluarkan program Kampus Mengajar. Program tersebut mengajak mahasiswa semester 5 ke atas di perguruan tinggi negeri dan swasta untuk ikut mengajar siswa SD di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) selama 1 semester.

Namun, program tersebut justru menuai kritik dari sejumlah pihak. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menilai jika program Nadiem itu tak jauh berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digelar kampus-kampus.

Ubaid menilai Kampus Mengajar berpotensi buang-buang uang negara. Selain karena konsepnya serupa KKN yang sudah ada, menurutnya program itu seolah tak disiapkan dengan matang.

"Yang dilakukan, mendorong ke daerah 3T, itu sudah dilakukan oleh kampus-kampus," kata Ubaid dilansir CNNIndonesia, Kamis (11/2). "Ada kampus yang mendorong mahasiswa melakukan KKN ke daerah 3T."


Ia berpendapat, dari pada membuat program baru seharusnya Kemendikbud berupaya memaksimalkan KKN yang sudah ada. Caranya dengan memastikan sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa dibekali tujuan dan strategi yang jelas untuk mencapainya.

Ia juga menyinggung pembekalan peserta Kampus Mengajar yang hanya dilakukan 7 hari. Sementara menurutnya, dampak yang berarti dari intervensi mahasiswa di daerah baru bisa terjadi jika dipersiapkan dengan benar.

Mendikbud Nadiem sendiri mengharapkan mahasiswa bisa menjadi solusi kendala pembelajaran di daerah 3T karena pandemi COVID-19 lewat program ini. Ubaid tak yakin tujuan itu bisa tercapai dengan rencana yang seadanya. "Kalau tidak dipersiapkan dengan matang dan tidak ada program yang berkesinambungan dan berkelanjutan, ya itu pasti ujung-ujungnya adalah pemborosan, buang-buang anggaran," paparnya.

Sementara itu, Sesditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardhani mengatakan program Kampus Mengajar berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tapi keduanya adalah bagian dari Kampus Merdeka, rangkaian kebijakan Mendikbud Nadiem di pendidikan tinggi. "KKN aktivitas yang lain dalam Kampus Merdeka. Jadi ada delapan aktivitas. Jadi beda kegiatan," katanya, Rabu (10/2).

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait