Vaksinasi Corona Tahap II Siap Dilaksanakan Untuk Pelayan Publik dan Lansia, Begini Metodenya
Nasional

Nantinya, akan ada empat metode vaksinasi di pelaksanaan tahap dua ini. Metode ini merupakan hasil pembelajaran dari pelaksanaan vaksinasi tahap satu ke tenaga kesehatan beberapa waktu lalu.

WowKeren - Kementerian Kesehatan akan memulai vaksinasi virus corona (COVID-19) tahap dua mulai Rabu (17/2) pekan ini. Vaksinasi tahap dua ini menyasar petugas pelayanan publik dan kelompok lanjut usia (lansia).

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Maxi Rein Rondonuwu lantas menjelaskan mekanisme pendaftaran vaksinasi corona tahap dua ini. Bagi petugas pelayanan publik, pihak institusi dapat mendaftarkan anggotanya secara online melalui aplikasi P-Care.

Kemenkes juga akan mengumpulkan data kelompok lansia lewat kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan juga dengan BPJS Kesehatan. "Selain itu peserta vaksinasi juga dapat mendaftar secara manual. Nanti secara on site di institusi mereka atau di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," terang Maxi dilansir Kumparan, Senin (15/2).

Nantinya, akan ada empat metode vaksinasi di pelaksanaan tahap dua ini. Metode ini merupakan hasil pembelajaran dari pelaksanaan vaksinasi tahap satu ke tenaga kesehatan beberapa waktu lalu.


Yang pertama, vaksinasi dilakukan di fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah ataupun swasta. "Yang saat ini sudah terdaftar ada 13.600 lebih fasilitas kesehatan di Indonesia," terang Maxi.

Kemudian yang kedia, Kemenkes melakukan vaksinasi melalui institusi yang bersangkutan. "Misalnya TNI Polri bisa vaksinasi di faskes TNI Polri. Begitu juga di BUMN kita harapkan di faskes BUMN," paparnya.

Lalu yang ketiga, vaksinasi dilakukan secara massal di sebuah tempat. "Kita sudah buktikan ini sangat efektif kita sudah pernah lakukan di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan bahkan di Jakarta sendiri. Termasuk kota lain yang ada di luar Jawa itu di Makassar, Manado, juga di Medan," ungkap Maxi.

Sedangkan metode yang terakhir dinamakan vaksinasi massal bergerak. "Nantinya vaksinasi ini akan bergerak untuk sasaran sasaran tertentu seperti untuk pedagang pasar yang akan kita mulai di Pasar Tanah Abang," jelas Maxi. Meskipun pelaksanaan vaksinasi ini berbeda-beda tempat, namun pemerintah memastikan penyuntikan vaksin hanya dilakukan oleh vaksinator tenaga kesehatan yang telah terlatih.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait