Lansia Bisa Ikut Vaksinasi COVID-19 Drive Thru, Catat Lokasi dan Syaratnya Baik-Baik
Pixabay
Nasional
Vaksin COVID-19

Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi membenarkan program vaksinasi gratis yang diberikan kepada lansia secara drive thru. Begini informasi selengkapnya.

WowKeren - Lansia menjadi golongan penerima prioritas vaksinasi COVID-19 tahap 2. Dan demi mempercepat pelayanan, pemberian vaksin pun dilakukan dengan drive thru.

Sebagaimana namanya, maka pemberian vaksin dilakukan tanpa harus turun dari kendaraan. Disebutkan di aplikasi Halodoc, layanan vaksinasi ini disediakan di DKI Jakarta dan dimulai pada Rabu (3/3) mendatang.

Perihal vaksinasi drive thru ini juga sudah dibenarkan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Siti Nadia memastikan bahwa vaksinasi ini akan dilakukan di lokasi yang cukup luas.

"Nanti diatur tempatnya," tutur Siti Nadia, Senin (1/3). "Pasti di ruangan yang luas, tidak di Fasyankes."

Vaksinasi ini, dijelaskan merupakan program resmi Kemenkes dan tidak dipungut biaya bagi para lansia pesertanya. Lokasi layanannya pun sedianya dilakukan di Parkir Hall C Jakarta Internasional Expo (JIExpo).


Untuk bisa mengakses layanan ini, lansia calon penerima vaksin bisa mendaftar dan menentukan jadwal vaksinasi COVID-19 lewat aplikasi Halodoc. Kemudian lansia penerima vaksin harus menyiapkan KTP asli DKI Jakarta,.

Kemudian lansia dengan usia minimal 60 tahun harus datang dengan pendampingan demi keamanan setelah divaksin. Lansia juga sebaiknya mengenakan pakaian yang mudah dilipat di bagian lengan, mematuhi protokol kesehatan, serta tentu saja menaiki kendaraan tertentu.

Jenis vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac yang diproduksi PT Bio Farma. Penyuntikan vaksin dilakukan secara intramuskular di otot bahu, dengan dosis 0,5 mililiter.

Setelah divaksin, lansia harus menunggu selama 30 menit di tempat observasi demi memastikan keamanan vaksin. Baru setelahnya bisa meninggalkan lokasi jika memang tidak ada dampak tertentu yang dirasakan.

Namun pemberian vaksin ini bisa dibatalkan jika peserta memiliki tekanan darah di atas 180/110 mmHg. Penyebab lain batalnya vaksinasi adalah jika peserta mengidap diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol dan ada komplikasi akut, mengidap ISPA dalam 7 hari berturut-turut, riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, dan sakit saluran pencernaan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts