Kontroversi Visi Pendidikan 2035 'Tendang' Aspek Agama, Kemendikbud Beri Pembelaan
Piqsels
Nasional

Visi Pendidikan 2035 yang dicantumkan di PJPN Kemendikbud 2020-2035 menjadi sorotan karena menghapus aspek agama. Kemendikbud pun memberi pembelaan seperti berikut.

WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) periode 2020-2035. PJPN sendiri akan didorong untuk menjadi peraturan presiden ke depannya.

Namun baru-baru ini keberadaan PJPN 2020-2035 menjadi sorotan karena draf terbarunya menghilangkan aspek agama. Kata agama di draf tersebut malah digantikan dengan "akhlak" dan "budaya".

Tak pelak kritikan tajam terarah kepada Kemendikbud, terutama dari kalangan tokoh keagamaan. Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud Hendarman pun memberikan klarifikasi.

PJPN 2020-2035, tutur Hendarman, saat ini belum final dan masih berupa draf yang terus disempurnakan. Karena itulah Kemendikbud akan terus mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak yang memiliki semangat yang sama, yakni meningkatkan kualitas pendidikan demi generasi penerus bangsa.


"Kemendikbud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas atensi berbagai kalangan demi penyempurnaan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 ini," tegas Hendarman yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan Karakter (Kapuspeka) Kemendikbud kepada Media Indonesia, Minggu (7/3). "Dan akan terus menyampaikan perkembangan terkait penyusunannya."

Beberapa organisasi keagamaan besar di Indonesia telah menyampaikan kritikannya atas dihapusnya aspek agama dari draf PJPN 2020-2035 ini. Seperti misalnya Pengurus Pusat Muhammadiyah, LP Maarif, hingga Majelis Ulama Indonesia.

Sedangkan pada draf awal yang beredar, aspek agama itu masih disebutkan di Visi Pendidikan Indonesia 2035. "Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, serta beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai agama, budaya Indonesia, dan Pancasila," demikian kutipan isi Visi Pendidikan 2035 yang kekinian menjadi sorotan.

Sebelumnya, pada kesempatan berbeda, Direktur Dikmen Diksus Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmensus) Kemendikbud, Yaswardi mengungkap peran PJPN ini. Disebutkan olehnya, PJPN 2020-2035 ini nantinya akan menitikberatkan pada tiga aspek utama pendidikan, yakni kurikulum, pembelajaran, dan asesmen.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts