Takjil yang Tewaskan Anak Driver Ojol Positif Mengandung Racun, Polisi Kantongi Identitas Pengirim
pexels.com/Ilustrasi
Nasional
Ramadhan 2021

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa bumbu sate yang dikonsumsi korban mengandung racun jenis C.

WowKeren - Seorang bocah di Bantul, DIY, dilaporkan tewas keracunan takjil berupa sate berbumbu. Takjil tersebut didapat ayah korban yang berprofesi sebagai driver ojol dari seseorang yang menolak kiriman makan tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa bumbu sate yang dikonsumsi korban mengandung racun jenis C. Ngadi menjelaskan bahwa racun tersebut mudah diperoleh di masyarakat.

"Hasil sementara positif mengandung racun jenisnya C. Itu di bumbu sama sate yang ada bumbunya. Jadi intinya di bumbu. Secara resmi belum dapat tembusan (hasil lab) tapi kita sudah dapatkan hasilnya," ungkap Ngadi pada Kamis (29/4). "Di apotas ada racun jenis itu, obat tikus juga. Yang jelas jenisnya itu, C."

Adapun pihak kepolisian disebut telah mengantongi identitas dan ciri wanita pengirim takjil beracun yang menewaskan bocah tersebut. Diketahui, wanita tersebut memberi order agar ayah korban mengirim paket takjil kepada Tomi, seorang warga Perumahan Bukit Asri, Bangunjiwo Kapanewon Kasihan, Bantul.

"Dalam waktu dekat segera akan kita rilis wanita pemberi orderan takjil beracun itu," kata Ngadi. Identitas wanita pengirim takjil beracun tersebut berhasil diketahui melalui saksi-saksi dan rekaman CCTV.


"Penyidik mendapat keterangan dari orangtua korban penerima order mengantar takjil ke rumah Tomi," jelas Ngadi. "Selain itu ada rekaman CCTV dan bukti lain yang mendukung."

Pihak Polres Bantul sendiri bekerjasama dengan Polresta Yogyakarta dalam mengusut kasus takjil beracun tersebut. Pasalnya, kejadian tersebut terjadi di wilayah Kota Yogayakarta.

Diketahui, ayah korban yang merupakan driver ojol bertemu dengan wanita tersebut di depan Masjid Nurul Islam, Jalan Gayam Umbulharjo. Wanita tersebut meminta sang driver untuk mengantarkan paket takjil berupa satu bungkus lontong sate ayam dan satu bungkus snack secara offline kepada Tomi.

Menurut pengakuan sang driver ojol, wanita tersebut tidak memesan secara online karena tak memiliki aplikasi dan memberikan ongkos Rp 30 ribu. "Mbaknya terus memberikan nomor telefon Pak Tomi. Kalau ditanya dari mana? Bilang saja dari Pak Hamid, dari Pakualaman," ungkap driver ojol tersebut.

Sesampainya di lokasi yang dituju, Tomi mengaku tidak memiliki teman bernama Hamid. Ibunya juga tidak kenal dengan orang yang bernama Hamid, oleh sebab itu ia meminta agar takjil tersebut dibawa pulang oleh sang driver ojol saja.

Takjil tersebut akhirnya disantap oleh keluarga sang driver ojol. Naasnya, bumbu sate yang telah dicampuri racun itu merenggut nyawa anak driver ojol tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts