6 Desa di Ambon Rayakan Idul Fitri dan Gelar Salat Id Hari Ini
Unsplash/Shivam Garg
Nasional
Idul Fitri 2021

Adapun Lebaran di enam desa di Ambon ini lebih awal dibandingkan Idul Fitri yang telah ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) jatuh pada Kamis (13/5) besok.

WowKeren - Enam desa di Kecamatan Leihitu dan Salahutu, Pulau Ambon, Provinsi Maluku, merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah pada Rabu (12/5) hari ini. Umat Muslim di Desa Wakal, Hila, Kaitetu, Seith, dan Negeri Lima di Kecamatan Leihitu; dan Desa Tengahtengah di Kecamatan Salahutu menggelar Salat Idul Fitri berjamaah di masjid-masjid setempat.

Adapun Lebaran di enam desa ini lebih awal dibandingkan Idul Fitri yang telah ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis (13/5) besok. Pasalnya, umat Muslim di keenam desa tersebut telah melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadan 1442 Hijriah lebih awal.

Umat Muslim di Desa Hila, Kaitetu, Seith, dan Negeri Lima melaksanakan ibadah puasa mulai 12 April 2021, satu hari lebih awal dibanding yang ditetapkan Kemenag. Sementara itu umat Muslim di Desa Wakal dan Tengahtengah mulai berpuasa pada 11 April 2021, namun menunda Salat Idul Fitri yang harusnya digelar pada Selasa (11/5) kemarin menjadi hari ini.

Menurut Yusuf Yahehet selaku Modim Masjid Kuno Wapauwe, penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal di Desa Kaitetu berpatok pada kalender falakiah kuno berbahasa Arab yang ada di Masjid Wapauwe. Metode tersebut lantas disesuaikan berdasarkan perhitungan hisab secara rukyat.


Imam dan 12 penghulu Masjid Wapauwe mengamati penampakan bulan sabit di ufuk barat seminggu lebih awal dari tanggal yang tertera di kalender falakiah kuno. "Biasanya kami menghitung waktu pelaksanaan 1 Ramadan dan 1 Syawal dari kalender falakiah di Masjid Wapauwe, kemudian selama seminggu mengamati penampakan bulan sabit usai Salat Subuh, untuk memastikan lagi waktu yang tepat untuk berpuasa dan Lebaran," papar Yusuf.

Sebelumnya, Kemenag telah mengumumkan hasil Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah pada Selasa kemarin. Berdasarkan pemantauan di puluhan titik tersebut, disimpulkan bahwa hilal tanda awal bulan Syawal masih belum terlihat pada Selasa kemarin.

Kemenag pun menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada 13 Mei 2021 atau pada Kamis pekan ini. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa penetapan 1 Syawal di- istikmalkan. Adapun istikmal adalah istilah dimana kita menyempurnakan bulan Ramadan selama 30 hari.

"1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis 13 Mei 2021," ujar Menag Yaqut membacakan hasil ketetapan Sidang Isbat di Kemenag. "Tidak ada yang melaporkan yang melihat hilal. Penetapan 1 Syawal di- istikmalkan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts