Menjelang dimulainya sekolah tatap muka pada bulan Juli mendatang, vaksinasi Corona terhadap para guru dan tenaga kependidikan justru berjalan lambat. Berikut kendalanya.
- Eva Lestari
- Jumat, 04 Juni 2021 - 11:36 WIB
WowKeren - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim ingin pembelajaran tatap muka dimulai pada bulan Juli 2021. Di tengah rencana tersebut, vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan berjalan lambat hingga menjadi sorotan banyak pihak.
Sebelumnya, Pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 5 juta guru rampung pada pekan kedua bulan Juni. Namun Nadiem merevisi target tersebut menjadi Juli atau Agustus mendatang.
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi turut angkat bicara untuk mengungkap kendala di balik molornya target tersebut. Menurutnya, hal ini disebabkan karena minimnya stok vaksin COVID-19 pada bulan April lalu.
"Kendala awal adalah stok vaksin di April yang sangat terbatas. Sehingga distribusi vaksin tidak bisa memenuhi sesuai rencana awal," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/6).
Selain terbatasnya stok, proses vaksinasi juga mengalami pelambatan selama Ramadan. "Ada bulan Ramadan dan juga Idul Fitri yang menyebabkan penurunan penyuntikan vaksin karena masyarakat tidak datang ke pos vaksinasi," jelasnya.
Nadia kemudian memastikan bahwa stok vaksin COVID-19 saat ini telah tersedia. Kendati demikian, dia belum dapat memastikan mampu tidaknya Kemenkes untuk mengejar target penuntasan hingga Agustus 2021.
Menurutnya, target vaksinasi tak bisa menjadi tanggung jawab Kemenkes sepenuhnya. Sebab sejumlah kementerian seperti Kemendikbudristek, Kemendagri hingga dan Pemerintah Daerah (Pemda) turut berperan dalam pelaksanaannya.
"Kalau target harus bersama Kemendagri dan dinas pendidikan juga Pemda ya. Tidak bisa hanya Kemenkes saja," pungkas Nadia.
Sebelumnya, Nadiem mengungkapkan bahwa vaksinasi Corona dosis pertama baru dilakukan terhadap 28 persen guru dan tenaga kependidikan secara nasional. Meski vaksinasi terhadap guru berjalan lambat, Nadiem ngotot ingin melangsungkan sekolah tatap muka Tahun Ajaran Baru 2021/2022 pada bulan Juli mendatang.
Salah satu alasannya karena Nadiem mengkhawatirkan kesehatan mental para siswa jika terlalu lama belajar dari rumah. Hal ini dipicu oleh kondisi belajar mengajar yang tidak dinamis, tak dapat bertemu teman, hingga kebosanan karena harus terus berada di dalam rumah.
Para siswa juga dikhawatirkan tertinggal dalam pembelajaran. Hal tersebut dinilai Nadiem dapat membahayakan perkembangan generasi di masa depan.
(wk/eval)