Pembatalan keberangkatan haji 2021 membawa kesedihan bagi para jemaah Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Jemaah haji diperbolehkan untuk mundur dan mengambil dananya kembali.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 04 Juni 2021 - 16:58 WIB
WowKeren - Calon jemaah haji di Indonesia kembali mengubur keinginannya untuk berangkat ke Tanah Suci. Hal ini lantaran pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan haji 2021 karena situasi pandemi COVID-19 yang masih memburuk.
Sebanyak 29.916 calon jemaah haji 2021 dari Jawa Tengah harus bersabar keberangkatannya kembali diundur. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng Musta'in Ahmad mengatakan bahwa tahun lalu ada sekitar 30 ribu jemaah haji yang diundur dan harusnya berangkat tahun ini.
Sekitar 397 orang di antaranya telah mengambil uang pelunasan sehingga yang terjadwal berangkat tahun ini yaitu 29.916 orang. "Tahun kemarin yang ambil pelunasannya itu ada 397 orang se-Jawa Tengah, kemarin kan mestinya 30 ribu jemaah, kemudian yang melunasi itu 29.916," tutur Musta'in di Gedung Gradhika Bakti Paraja, Jumat (4/6).
Musta'in menjelaskan bahwa ada mekanisme yang bisa diambil oleh calon jemaah haji terkait dengan uang pelunasan haji 2021 yang telah dibayarkan. Pertama, yaitu dengan membiarkan setoran awal Rp25 juta dan uang pelunasan Rp11 juta tetap di BPKH. Kedua, mengambil uang pelunasan yang besarnya Rp11 juta.
"Kalau mau diambil sebagian, pelunasannya yang diambil, jadi bisa tetap berangkat tahun depan, cuma tahun depan harus melunasinya lagi," terangnya. "Ketiga, diambil semua boleh tapi porsi jadi hilang, kalau mau daftar lagi antrenya 29 tahun, itu kalau daftar sekarang."
Sementara itu, hingga saat ini, Musta'in belum mengetahui jumlah jemaah haji yang meminta pengembalian dana pada tahun ini karena pengumuman pembatalan haji baru diumumkan Kamis (3/6) kemarin. Namun, tahun lalu ada beberapa calon haji yang belum melunasinya.
"Yang belum lunas? Ada kyang meninggal, tidak punya duit, sengaja menunda karena sakit dan sebagainya itu boleh," lanjut Musta'in. "Kalau memberitahukan akan ditempatkan ke berikutnya, tapi kesempatan mundur hanya dua kali, kalau nggak ya porsinya bisa hilang."
(wk/tiar)