Sebagai informasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat 358 orang tenaga kesehatan (nakes) dinyatakan positif terpapar COVID-19 per 4 Juni 2021.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 05 Juni 2021 - 17:17 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Kudus, Jawa Tengah, mengalami lonjakan yang signifikan belakangan ini. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 bahkan mencatat jumlah kasus positif di Kudus meningkat hingga 30 kali lipat dalam waktu sepekan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, Ahmad Ipul, lantas menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab lonjakan kasus COVID-19 di kalangan tenaga kesehatan di Kudus. Menurut Ipul, IDI mencatat ada 33 dokter dan ratusan tenaga kesehatan lainnya yang terpapar COVID-19 di Kudus hingga Jumat (4/6).
"Kita memang sedang mencari keterkaitannya," tutur Ipul kepada CNN Indonesia, Sabtu (5/6). "Apakah karena jumlah pasien yang overload sehingga paparan terus terjadi."
Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab tingginya angka penularan COVID-19 di kalangan nakes Kudus adalah rasa kelelahan. "Tapi dari beberapa yang sudah kita tanya-tanya, kebanyakan memang mereka merasa kelelahan semua. Beberapa dokter IGD dengan jumlah pasien segitu, mereka capeknya minta ampun, sehingga (mudah) terpapar," jelasnya.
Menurut Ipul, kelalaian dalam menerapkan protokol kesehatan atau pemakaian alat pelindung diri (APD) mungkin saja terjadi kala nakes kelelahan dalam bekerja. Dengan demikian, potensi terpapar COVID-19 menjadi lebih tinggi. Terkait hal ini, IDI disebutnya tengah mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) pemakaian APD demi memastikan penerapan protokol kesehatan dengan ketat.
Mayoritas dokter yang terpapar COVID-19 di Kudus pun dilaporkan berada dalam keadaan baik dan hanya menjalani isolasi mandiri. Hanya sebagian kecil nakes yang dilaporkan memiliki gejala ringan mengingat mereka telah menerima vaksinasi COVID019.
Lebih lanjut, Ipul mengungkapkan bahwa Kudus akan menerima bantuan 38 dokter tambahan dari IDI Jawa Tengah karena lonjakan COVID-19 di wilayah tersebut masih belum reda. Nantinya dokter penyakit dalam dan paru juga akan dikirimkan untuk menangani kasus COVID-19 di wilayah tersebut.
Sebagai informasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencatat 358 orang nakes dinyatakan positif COVID-19 per 4 Juni 2021. Tingkat keterisian rumah sakit yang tinggi juga membuat para pasien di Kudus dirujuk ke Kota Semarang.
(wk/Bert)