32 santri di Pesantren Kota Bogor dan 20 pekerja pabrik tas Gunungkidul Yogyakarta dikonfirmasi positif COVID-19, menambah banyak klaster baru di Indonesia.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 05 Juni 2021 - 23:50 WIB
WowKeren - Klaster-klaster baru COVID-19 terus bermunculan di berbagai wilayah Indonesia. Padahal saat ini Indonesia sendiri tengah dibuat waspada dengan lonjakan kasus COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, yang bahkan sampai menginfeksi hampir 400 tenaga kesehatan.
Langkah tegas pun ditempuh demi mengendalikan klaster baru ini, termasuk keputusan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bogor, Jawa Barat berikut ini. Sebab Satgas COVID-19 memutuskan menutup sementara sebuah pondok pesantren di Kecamatan Bogor Selatan menyusul 32 santrinya yang kini positif terinfeksi virus penyakit pernapasan tersebut.
Melansir Antara, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkap ke-32 santri itu terungkap positif COVID-19 setelah pihak pesantren ingin menggelar pembelajaran tatap muka. 398 santri serta 55 ustaz-ustazah pengurus pesantren pun menjalani tes usap antigen dan ditemukanlah 32 santri yang positif COVID-19.
Sedangkan di DI Yogyakarta, tepatnya di Gunungkidul, sebuah klaster COVID-19 ditemukan di sebuah pabrik tes. Sebanyak 20 pekerja pabrik itu dikonfirmasi terinfeksi virus SARS-CoV-2.
"Ini klaster (COVID-19) pabrik tas," papar Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. "Tracking masih berlangsung."
Dengan demikian, klaster pabrik tas tersebut menyumbang hampir 50 persen dari total kasus positif baru COVID-19 di Gunungkidul pada Sabtu (5/6) hari ini. Lantas adakah kaitan tambahan klaster-klaster baru ini dengan Indonesia yang baru melalui libur Lebaran?
Walkot Bogor Bima Arya sendiri menduga bahwa puluhan santri yang positif terpapar COVID-19 itu terkait aktivitas pulang kampung saat libur Lebaran kemarin. "Santri di ponpes tersebut tidak hanya dari Kota Bogor, tapi juga dari Jawa dan luar Jawa. Ada santri dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan dari luar Jawa," terang Bima Arya.
Sedangkan Dinkes Gunungkidul tak memberi jawaban gamblang apakah imbas dari libur Lebaran. Dinkes hanya mengingatkan agar masyarakat selalu disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan. "Jangan sampai lengah supaya pencegahan COVID-19 dapat ditekan," tutur Dinkes Gunungkidul.
(wk/elva)