Sebagai informasi, kasus virus corona (COVID-19) tertinggi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur tercatat terjadi di Kecamatan Arosbaya usai libur Lebaran.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Juni 2021 - 10:23 WIB
WowKeren - Kasus positif virus corona (COVID-19) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dilaporkan mengalami lonjakan. Pelayanan IGD RSUD setempat bahkan sempat ditutup untuk sementara pada Sabtu (5/6) usai dua tenaga kesehatan meninggal dunia akibat terpapar COVID-19.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Bangkalan, Agus Sugianto Zain, lantas menduga lonjakan kasus positif ini dipengaruhi oleh perilaku masyarakat sendiri. Menurutnya, banyak warga yang menganggap dirinya kebal dari COVID-19 sehingga mengabaikan protokol kesehatan dan kondisi kesehatan mereka sendiri.
"Ini kan menyangkut perilaku, tentang nilai-nilai kesehatan," tutur Agus, Minggu (6/6). "Artinya ketika sakit parah, masyarakat baru datang ke rumah sakit."
Selain itu, Agus juga menjelaskan bahwa rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 di Bangkalan hanya ada tiga. Yakni RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu dan dua rumah sakit swasta.
Hanya saja, kapasitas rumah sakit swasta tersebut terbatas, sehingga mayoritas pasien COVID-19 dibawa ke RSUD. "Karena yang ditunjuk memang cuma RSUD Bangkalan, tapi pemkab minta dukungan RS swasta, yakni RS Ngudia Husada dan RS Lukas. Itu pun kapasitas bednya terbatas," paparnya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan kondisi pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Bangkalan. Menurutnya, banyak pasien yang meninggal dunia usai mendapat perawatan karena rata-rata mereka baru ke rumah sakit usai kondisinya sangat parah.
"Hitungan jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Bangkalan, dalam sehari 10 banding 15 pasien. Yang 10 pasien ini ketika tiba di rumah sakit, rata-rata tidak sampai bertahan 24 jam, namun sudah meninggal," jelasnya dikutip dari CNN Indonesia.
Sebagai informasi, kasus COVID-19 tertinggi di Bangkalan tercatat terjadi di Kecamatan Arosbaya usai libur Lebaran. Kecamatan tersebut kini berstatus zona merah COVID-19. Meski demikian, kasus COVID-19 di 17 kecamatan lain di Bangkalan masih terkendali.
"Kecamatan Arosbaya ini memang tinggi masyarakat yang terpapar virus Covid-19 ini, akumulasi pasca libur Lebaran kemarin," pungkasnya. "Karena memang tradisi kumpul keluarga, kemudian dipengaruhi juga oleh PMI yang datang ke kampungnya, kini paling tinggi Bangkalan di Arosbaya."
(wk/Bert)