Wacana Airlangga Hartarto Duet Dengan AHY Di Pilpres 2024 Disebut Tak Semudah SBY-JK
Instagram
Nasional

Pilpres 2024 masih akan digelar tiga tahun lagi. Meski demikian, tampaknya panggung politik tengah sibuk mempersiapkan nama Capres dan Cawapres serta partai koalisinya.

WowKeren - Pemilihan presiden atau Pilpres masih akan diselenggarakan tiga tahun lagi. Meski demikian, sejumlah partai dan tokoh politik tengah sibuk menyiapkan dirinya untuk Pilpres 2024 mendatang. Sejumlah nama tokoh yang digadang-gadang akan maju Pilpres 2024 mulai santer terdengar.

Baru-baru ini muncul wacana Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akan berduet dengan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau yang biasa disapa AHY. Namun ternyata, duet tersebut dinilai berpotensi mengalami deadlock koalisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Pada mulanya, ia menyebut bahwa duet Airlangga-AHY tidak akan semudah seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Jusuf Kalla (JK) pada 2004.

"Penjajakan koalisi Demokrat-Golkar menuju 2024 tak semudah SBY-JK 2004 lalu," tutur Adi saat dihubungi detik.com, Senin (7/6). "Variabelnya lebih rumit dan sulit."

Adi menilai bahwa pernyataan elite dari Partai Demokrat sebagai bentuk penawaran sekaligus ajakan kepada Golkar untuk berduet di Pilpres 2024. Menurutnya, yang kemudian harus dipikirkan adalah siapa yang akan menjadi Capres dan Cawapresnya.


"Secara umum, pernyataan elite Demokrat itu sebagai bentuk penjajakan sekaligus ajakan kepada Golkar untuk duet 2024," terangnya. "Tinggal disepakati kira-kira siapa yang Capres dan Cawapres, andai saja partai ini sepakat koalisi karena kedua partai sama-sama menjagokan Ketum masing-masing jadi Capres."

Adi mengungkapkan bahwa penentuan Capres dan Cawapres ini lah yang sering kali menjadi deadlock, bahkan berujung hingga pembubaran koalisi. Menurutnya, hal itu bisa saja dan berpotensi terjadi antara Demokrat dengan Golkar.

"Potensi deadlock karena kedua partai mematok harga mati Capres, tak ada yang mematok harga hidup," imbuh Adi.

Adi menjelaskan mengenai posisi antara Airlangga dengan AHY yang tidak mungkin menjadi Cawapres. Secara partai, Airlangga dinilai memiliki pengalaman kerja pemerintahan dan senioritas politik lebih unggul. Sementara AHY, dinilai punya dalih bekal elektabilitas lebih unggul sementara dari Airlangga.

Maka dari itu, duet antara Airlangga-AHY menjadi lebih rumit dan susah. Meski demikian, Adi menyebut keduanya bisa saling menguntungkan di Pilpres 2024.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait