Klaster Mudik di Jakarta Capai 2.008 Kasus Positif COVID-19
AFP
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Sejak 21 Mei hingga 10 Juni 2021, Dinas Kesehatan DKI telah mencatat 2.008 kasus positif COVID-19 dalam klaster mudik dari ratusan keluarga di berbagai wilayah.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di DKI Jakarta meningkat secara signifikan pasca Hari Raya Idul Fitri pertengahan Mei 2021 lalu. Sejak 21 Mei hingga 10 Juni 2021, Dinas Kesehatan DKI telah mencatat 2.008 kasus positif COVID-19 dalam klaster mudik dari ratusan keluarga di berbagai wilayah.

"Kami terus memasifkan 3T, tapi kita bisa lihat di sini bahwa kenaikan kasus memang terjadi pasca libur Lebaran," tutur Dwi kepada awak media, Kamis (10/6). "Dari identifikasi klaster mudik sejak 21 Mei hingga 10 Juni 2021, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga."

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa berdasarkan PPKM Mikro periode 7-13 Juni 2021, ada tiga RT zona merah dan 23 RT zona orange di Ibu Kota. Yakni di wilayah Cipayung, Cengkareng, Cilincing, Ciracas, Pasar Minggu, Kemayoran, dan Pulogadung.

Secara keseluruhan, penambahan kasus COVID-19 di Jakarta mencapai 2.096 pada Kamis kemarin. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Ibu Kota telah mencapai 440.554 kasus.


"51 persen atau 1.070 kasus di antaranya adalah hasil tracing Puskesmas yang mayoritas dilakukan di RT PPKM Mikro," papar Dwi. "Sedangkan 1.026 kasus ditemukan di fasilitas kesehatan."

Adapun jumlah kasus COVID-19 harian tersebut didapatkan dari hasil tes PCR terhadap 12.304 orang. Dari jumlah tes tersebut, ditemukan hasil 2.096 kasus positif dan 10.208 kasus negatif.

Di sisi lain, jumlah kasus positif COVID-19 di Tanah Air dilaporkan terus meningkat selepas libur Lebaran. Meski demikian, ada lima desa pegunungan di Bali yang masih bebas dari kasus positif COVID-19.

Antara lain Desa Sanda dan Mundeh di Kabupaten Tabanan. Kemudian ada Desa Banua, Binyan, dan Mengani di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang juga diklaim bebas positif COVID-19.

Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, Nyoman Suratmika. Menurut Suratmika, salah satu faktor penyebab warga di lima desa itu bebas COVID-19 adalah lokasinya yang di pegunungan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts