Jateng Sempat Alami Kekurangan Tabung Oksigen Imbas Lonjakan COVID-19, Kini Sudah Tercukupi
Unsplash/Samuel Ramos
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kebutuhan tabung oksigen bagi pasien COVID-19 di tengah lonjakan kasus menjadi berkali-kali lipat angkanya dibanding dengan sebelumnya. Jateng sempat mengalami kekurangan tabung oksigen, namun saat ini telah tercukupi.

WowKeren - Angka COVID-19 di Indonesia saat ini masih terbilang tinggi, di waktu yang bersamaan juga mengalami lonjakan kasus. Adapun lonjakan tersebut terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

Lonjakan COVID-19 yang terjadi di Jawa Tengah ini signifikan sehingga menyebabkan membutuhkan tabung oksigen yang lebih banyak. Terkait dengan hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut bahwa Jateng sempat mengalami kekurangan tabung oksigen dikarenakan lambatnya distribusi.

Akan tetapi, Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) memastikan bahwa saat ini kebutuhan tabung oksigen di Jateng telah tercukupi. Masalah lambatnya distribusi juga telah teratasi.

"Ini hanya ada masalah koordinasi dengan penyalurannya saja, tetapi sudah tidak ada masalah lagi," terang Nadia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (22/6). "Dan ini hanya kejadian 2-3 rumah sakit saja, tidak di seluruh provinsi ya."


Meski demikian, Nadia menyebut bahwa pihaknya belum mengetahui data secara keseluruhan terkait dengan stok persediaan tabung oksigen dan yang telah terpakai di Indonesia untuk sementara ini. Ia hanya mengetahui bahwa data-data di setiap rumah sakit bervariasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji menyatakan bahwa pasokan tabung oksigen untuk pasien COVID-19 di wilayahnya masih tercukupi. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan tabungan oksigen di sejumlah rumah sakit mengalami peningkatan, tetapi persediaan yang ada masih mencukupi.

Lebih lanjut, Aji tidak menjelaskan secara rinci persediaan tabung oksigen yang dimilikinya. Namun pihaknya tetap meminta distributor untuk menambah pasokan di DIY sebagai bentuk antisipasi ketersediaan.

"Misalnya saja, distributor Jogja-Jateng itu, di Jogja kemarin dialokasikan 60 persen dari total yang didistribusi," terang Aji di Yogyakarta, Selasa (22/6). "Karena Jateng sudah punya distributor yang lainnya lagi, maka kami mohon misalnya saja untuk Jogja kita tingkatkan jadi 80 persen."

Dikarenakan stok tabung oksigen yang masih ada, sempat tersiar kabar bahwa Jogja hanya akan menggunakan tabung oksigen jika kadar saturasi oksigen pasien COVID-19 berada di bawah 90 persen. Namun hal tersebut telah ditepis Aji dan menegaskan bahwa memang persediaan tabung oksigen masih ada.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts