Ambisi Walkot Surabaya Kontrol Wabah COVID-19: Bangun RS Darurat di Setiap Kelurahan
Instagram/sapawargasby
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wali Kota Eri Cahyadi menyoroti meledaknya klaster keluarga juga kurang memadainya fasilitas isolasi mandiri pasien COVID-19 sehingga mengusulkan pembangunan RS Darurat di setiap kelurahan.

WowKeren - Beberapa daerah Indonesia menjadi titik panas penyebaran wabah COVID-19, salah satunya Surabaya, Jawa Timur. Secara spesifik pemerintah setempat menyoroti tingginya klaster keluarga dari segi penyebaran wabah COVID-19 di Surabaya.

Karena itulah, Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan rencana pembangunan rumah sakit darurat (RSD) COVID-19 di setiap kelurahan di Surabaya. Sedianya fasilitas ini akan menjadi ruang isolasi dan perawatan khusus untuk warga yang tinggal di kelurahan tersebut demi mencegah terjadinya klaster keluarga.

"Insya Allah setiap kelurahan kita berikan tempat untuk menampung warga yang sakit," tutur Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (13/7). "Kenapa? Karena tidak boleh kalau rumahnya ini tidak memadai ketika digunakan isolasi mandiri, karena pasti menularkan ke keluarganya."

Kurang memadainya rumah untuk prosedur isolasi mandiri, sedangkan saat ini mencari rumah sakit atau pusat isolasi pun cukup sulit membuat Eri tergerak untuk menyediakan RSD COVID-19 di setiap kelurahan. Harapannya agar semakin sedikit warga yang akhirnya meninggal dunia akibat terlambat ditangani.


"Saya tidak rela dan tidak bisa melihat warga saya mencari rumah sakit itu penuh. Rumah sakit mana pun penuh, akhirnya kekurangan oksigen," ujar Eri. "Nauzubillah min dzalik, akhirnya banyak yang meninggal."

Dengan dibangunnya RSD COVID-19 di setiap kelurahan, Eri berharap bisa dimaksimalkan untuk pusat isolasi dan perawatan pasien COVID-19 terutama bila rumahnya tak memadai untuk isolasi mandiri. "Sehingga, anaknya istrinya tidak lagi tertular dan lebih nyaman. Yang kedua kita juga bisa konsentrasi (menangani) karena berada di satu titik," paparnya.

Meski Eri berharap agar RSD COVID-19 ini jangan sampai digunakan, namun semua yang disiapkan merupakan langkah pencegahan dan kuratif semata. Namun yang terpenting, seperti ditekankan Eri, adalah bahwa pandemi COVID-19 ini baru bisa berakhir bila seluruh elemen bisa bekerjasama, bergotong royong, diimbangi dengan doa dan ikhtiar.

"Kita harus tetap semangat, kita yakin pandemi pasti berlalu," pungkasnya. "Saya berharap kepada seluruh warga Surabaya tetap berdoa terus dan kita bekerja bersama menanggulangi COVID-19, insya Allah Surabaya pasti bisa terbebas dari COVID-19."

Eri sendiri sudah meninjau beberapa lokasi yang diyakini tepat untuk lokasi dibangunnya RSD COVID-19 ini. Seperti Lapangan Putro Agung Tambaksari, Lapangan Kalibokor Gubeng, Gedung LPMK Wiyung, Gedung Serbaguna Babatan-Wiyung, GOR Maestro Suryanaga Sambikerep, hingga GOR Indoor kompleks Gelora Bung Tomo (GBT).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts